JAKARTA – Satu tahun setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengambil alih tata kelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), beberapa perusahaan pelat merah dilaporkan mulai membukukan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan. Sejumlah BUMN yang sebelumnya menderita kerugian operasional kini diklaim berhasil membalikkan kondisi dengan mencetak laba bersih.
Pakar sekaligus praktisi komunikasi nasional, M. Fariza Irawady, menilai bahwa perolehan angka keuntungan finansial ini tidak boleh dibaca semata sebagai lonjakan laba periodik biasa. Menurutnya, capaian ini merupakan sinyal positif bahwa proses penelaahan, integrasi data siber, dan penataan manajemen aset mulai berjalan efektif di lapangan.
“Capaian kuantitatif ini menunjukkan progres yang baik. Realisasi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus mendorong transparansi tata kelola aset negara. Ketika kinerja keuangan BUMN membaik, ruang fiskal dan kapasitas investasi pemerintah untuk mengeksekusi program pembangunan nasional yang berkelanjutan juga semakin kuat,” urai Fariza dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu kemarin (4/7/2026).
Penguatan Narasi Optimisme dan Kepercayaan Publik
Dari perspektif komunikasi publik, Fariza melihat keberhasilan awal Danantara sangat krusial dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap efisiensi pengelolaan kekayaan negara. Optimisme publik hanya dapat dirawat dengan baik apabila narasi besar yang diembuskan didukung oleh bukti-bukti konkret di lapangan.
Dalam pandangannya, Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menggaungkan optimisme mengenai kemandirian ekonomi nasional melalui hilirisasi industri, modernisasi sektor strategis, serta pengetatan tata kelola aset negara. Danantara diposisikan sebagai salah satu instrumen eksekutif paling penting untuk menerjemahkan visi besar presiden tersebut ke dalam tataran teknis operasional investasi negara.
Fariza memberikan apresiasi kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, beserta jajaran pengurus atas dedikasi mereka dalam menjaga arah transformasi portofolio investasi negara agar tetap profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil (result-oriented).
Tantangan Sustainabilitas Finansial ke Depan
Kendati mencatatkan awal yang menjanjikan, Fariza mengingatkan bahwa tantangan yang membentang di hadapan Danantara di masa depan tetap menantang. Konsistensi dalam memegang teguh prinsip keterbukaan (transparansi), kepatuhan terhadap regulasi tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance), serta kemampuan menjaga kepercayaan publik akan menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang lembaga investasi super ini.
Sinergi yang harmonis antara visi besar kepemimpinan nasional dan ketepatan eksekusi operasional Danantara dinilai sebagai kombinasi krusial yang harus terus dirawat secara berkesinambungan demi mewujudkan ketahanan ekonomi nasional yang mandiri.[]









