LHOKSEUMAWE – Dalam rangka menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan dan penilaian Lomba Ketahanan Pangan. Penilaian ini menyasar tingkat efektivitas pemanfaatan lahan produktif di sejumlah jajaran wilayah hukum Polres Lhokseumawe pada Rabu (24/6/2026) kemarin.
Agenda evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Sat Binmas Polres Lhokseumawe, IPTU Gunawan, selaku ketua tim penilai beserta anggota tim penilai lainnya. Penilaian dilakukan secara komprehensif guna mengamati sejauh mana komitmen, kreativitas, dan inovasi jajaran Polsek dan Subsektor dalam mengelola lahan tidur untuk mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.
Beberapa lokasi yang dikunjungi oleh tim penilai dalam kesempatan ini meliputi:
Subsektor Nisam Antara: Titik pertama peninjauan dilakukan di pekarangan sekitar Markas Komando (Mako) Subsektor Nisam Antara. Lahan seluas kurang lebih ¼ hektar di sekeliling pangkalan diolah secara kolaboratif oleh personel polisi bersama warga setempat untuk pembudidayaan tanaman hortikultura berupa terung dan mentimun.
Polsek Nisam: Penilaian berlanjut ke wilayah hukum Polsek Nisam yang dipusatkan di kawasan Desa Paloh Mambo, Kecamatan Nisam. Di tempat ini, tim memantau hamparan lahan produktif seluas kurang lebih 1 hektar yang telah ditanami komoditas jagung oleh kelompok tani warga setempat.
Polsek Muara Satu: Lokasi ketiga yang dikunjungi adalah lahan binaan Polsek Muara Satu di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Area ketahanan pangan seluas kurang lebih 2 hektar di wilayah pesisir ini dikelola bersama oleh personel Polsek dan masyarakat sekitar untuk penanaman komoditas jagung.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Ketua Tim Penilai IPTU Gunawan menerangkan bahwa program perlombaan ini bukan sekadar mengejar aspek penilaian semata. Lebih mendasar, agenda ini diarahkan sebagai instrumen stimulan bagi jajaran kepolisian sektor agar lebih proaktif menjalin kolaborasi produktif dengan masyarakat sekitar.
“Melalui lomba ini, kami mengapresiasi keseriusan jajaran di lapangan dalam merealisasikan program ketahanan pangan nasional. Hal terpenting adalah bagaimana setiap jengkal lahan yang tersedia dapat dikelola secara produktif, konsisten, dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan nilai kemanfaatan yang nyata bagi ketahanan pangan warga lokal,” jelas IPTU Gunawan.
Ia menambahkan bahwa gerakan ketahanan pangan yang diinisiasi oleh jajaran Polres Lhokseumawe diharapkan dapat bertindak sebagai contoh teladan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan harmonis antara jajaran Polri dan warga.
Agenda pengecekan dan penilaian kompetitif ini turut didampingi oleh masing-masing Kapolsek, personel kepolisian sektor, serta jajaran Bhabinkamtibmas setempat. Selain menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80, inisiasi perlombaan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya merawat kemandirian pangan daerah melalui optimalisasi lahan yang ada.[]











