BREAKING

BISNIS

Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah Level USD 4.000

Harga emas dunia merosot tajam hingga menembus di bawah USD 4.000 per ons akibat lonjakan Dolar AS dan sinyal kebijakan hawkish dari The Fed.

SEANTERONEWS.com – Tekanan jual yang masif melanda pasar logam mulia pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026). Harga emas dunia dilaporkan merosot tajam hingga menembus batas psikologis 4.000 Dolar AS per ons, sekaligus menyentuh level terendah dalam kurun waktu lebih dari tujuh bulan terakhir.

Pelemahan signifikan ini dipicu oleh kokohnya nilai tukar Dolar AS di pasar global serta meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Tekanan Penguatan Dolar AS dan Sentimen Hawkish

Pada pasar spot, harga emas ambles sebesar 3,3 persen menjadi 3.973,79 Dolar AS per ons, menyentuh titik terendah sejak November 2025. Di sisi lain, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup terkoreksi 3,4 persen di level 4.008,80 Dolar AS per ons.

Menguatnya indeks Dolar AS membuat investasi emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan daya tarik komoditas ini. Pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa konflik di Iran dapat memicu gejolak inflasi baru turut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan tetap mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat (hawkish).

Trader logam independen, Tai Wong, menjelaskan bahwa kombinasi dari proyeksi kenaikan suku bunga acuan pada September mendatang, rekor tertinggi indeks Dolar AS dalam 13 bulan terakhir, serta penurunan ekspektasi inflasi menjadi faktor utama yang membebani pasar logam mulia.

“Meskipun demikian, emas masih memiliki area batas penahanan (support) di bawah 3.900 Dolar AS per ons. Ditambah lagi, aksi akumulasi beli oleh sejumlah bank sentral dunia masih terus berjalan sehingga risiko koreksi yang lebih dalam relatif terbatas,” papar Tai Wong.

Sebagai catatan, sejak mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 5.594,82 Dolar AS per ons pada akhir Januari lalu, harga emas global sejauh ini telah terkoreksi lebih dari 1.600 Dolar AS per ons.

Menanti Rilis Data Ekonomi Utama AS

Para pelaku pasar kini memfokuskan perhatian pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis ini, yang merupakan salah satu indikator inflasi utama acuan The Fed.

Analis pasar dari FXTM, Lukman Otunuga, menilai bahwa apabila data ekonomi yang dirilis memberikan ruang lebih besar bagi peluang kenaikan suku bunga atau jika pejabat The Fed memberikan sinyal yang lebih keras, maka harga emas berpotensi menghadapi tekanan koreksi tambahan di pasar.

Tren penurunan ini juga menyeret komoditas logam berharga lainnya di pasar perdagangan internasional. Harga perak spot tercatat anjlok drastis hingga 9,1 persen ke posisi 56,41 Dolar AS per ons. Sementara itu, platinum terkoreksi sebesar 5,5 persen menjadi 1.560,72 Dolar AS per ons, dan paladium melemah 6,8 persen ke level 1.153,68 Dolar AS per ons.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts