BREAKING

NASIONAL

Harumkan Nama Bangsa, Mahasiswa Asal Banyuwangi Raih Juara Ketiga di Kompetisi Satelit Dunia

Adam Kandias, mahasiswa asal Banyuwangi, sukses menyabet juara ketiga dunia di ajang CanSat Competition 2026 di Amerika Serikat yang didukung NASA.

SEANTERONEWS.com – Seorang pemuda berbakat asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah kedirgantaraan internasional. Mahasiswa berusia 21 tahun bernama Adam Kandias berhasil menyabet Juara Ketiga Dunia dalam ajang bergengsi CanSat Competition 2026 yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat.

Kompetisi berskala global ini diselenggarakan setiap tahun oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan penuh dari badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Dalam kompetisi yang digelar pada awal Juni 2026 tersebut, seluruh peserta dituntut untuk merancang, merakit, sekaligus menguji kelayakan model satelit mini (CanSat) buatan mereka sendiri melalui simulasi peluncuran nyata.

Pemuda yang akrab disapa Dias tersebut saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Di kampusnya, ia bergabung dalam tim riset kedirgantaraan bernama Bamantara EEPISAT.

Tim riset tersebut menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berhasil melaju ke babak final. Di sana, mereka bersaing ketat dengan 67 tim mahasiswa tangguh lainnya yang datang dari 21 negara di seluruh dunia.

Dalam tim tersebut, pemuda asal Kelurahan Klatak ini memegang peran krusial. Dias bertanggung jawab penuh dalam mengembangkan peranti lunak untuk stasiun kendali darat (ground control station), merancang sistem komunikasi data, serta melakukan riset mendalam terkait antena penguat sinyal satelit.

Proses perjuangan ini membutuhkan dedikasi yang tinggi. Perjalanan riset dan persiapan tim memakan waktu hampir satu tahun penuh, dimulai dari perancangan desain awal hingga uji peluncuran roket satelit mini di lokasi perlombaan di Amerika Serikat.

Dias mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia riset teknologi modern bermula saat dirinya mengikuti program pembinaan talenta lokal bertajuk “Jagoan Digital” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Melalui program angkatan tahun 2023 tersebut, Dias sempat merintis sebuah startup lokal bernama Tambalin dan berhasil lolos ke akademi bisnis bentukan pemerintah daerah. Menurutnya, pengalaman selama masa inkubasi tersebut sangat membantu dalam melatih pola pikir sistematis, kemampuan pemecahan masalah (problem solving), serta kepercayaan diri saat melakukan presentasi di depan publik.

Pencapaian internasional ini membuktikan bahwa talenta dari daerah memiliki kompetensi yang setara untuk bersaing dan berinovasi di tingkat global apabila diberikan ruang berkembang yang tepat.

Keberhasilan luar biasa ini pun mendapat apresiasi hangat dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ipuk menyampaikan bahwa program Jagoan Digital memang dirancang untuk menjaring sekaligus mengasah inovasi terbaik dari tingkat akar rumput, sehingga para pemuda daerah memiliki bekal yang kuat untuk berkompetisi di kancah internasional.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts