SEANTERONEWS.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh anomali data administrasi kependudukan. Kali ini, nama seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Nasdem, Eva Stevany Rataba, mendadak viral lantaran tercatat masuk ke dalam kelompok Desil 4.
Dalam sistem pendataan kesejahteraan sosial milik pemerintah, kategori Desil 4 merujuk pada kelompok rumah tangga atau individu dengan tingkat kesejahteraan yang masuk dalam klasifikasi rentan miskin. Status ini umumnya menjadi salah satu rujukan utama bagi pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos).
Masuknya nama seorang pejabat negara sekelas anggota dewan ke dalam data warga rentan miskin tentu memicu tanda tanya besar di kalangan warganet. Menanggapi polemik yang terus menggelinding luas, Eva Stevany akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut.
Melalui sebuah unggahan video klarifikasi pada Selasa (8/9/2026), politikus Partai Nasdem ini mengungkapkan rasa kaget sekaligus keheranannya. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pendataan tersebut dilakukan hingga namanya bisa nyasar ke dalam basis data kelompok warga rentan miskin.
“Saya tegaskan di sini, saya sama sekali tidak pernah menerima bantuan sosial dalam bentuk apa pun, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Saya juga tidak pernah mendaftarkan diri atau meminta untuk dimasukkan sebagai penerima bansos,” tegas Eva dalam keterangannya.
Eva menduga kuat telah terjadi kekeliruan atau ketidaksinkronan sistem pada pusat data milik instansi terkait. Sebagai pejabat publik yang memiliki penghasilan tetap dari negara, ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya tidak memenuhi kriteria objektif sebagai penerima jaring pengaman sosial.
Kasus yang menimpa legislator Senayan ini secara tidak langsung kembali membuka diskursus publik mengenai akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Publik menyoroti perlunya pemutakhiran data secara berkala dan verifikasi faktual di lapangan, agar alokasi triliunan rupiah dana bansos dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) benar-benar tepat sasaran dan jatuh ke tangan masyarakat kelas bawah yang paling membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari kementerian terkait mengenai penyebab pasti masuknya nama Eva Stevany Rataba ke dalam daftar Desil 4. Namun, Eva berharap sistem pendataan tersebut segera dievaluasi agar kekeliruan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.[]










