BANDA ACEH – Upaya mempercepat transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Aceh mendapatkan momentum baru. PT Bank Aceh Syariah secara resmi menyepakati kerja sama strategis dengan PT PosSaku Mitra Usaha guna mengintegrasikan layanan keuangan perbankan dengan teknologi Point of Sale (POS).
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih modern, di mana para pelaku usaha lokal tidak hanya mendapatkan akses perbankan, tetapi juga dukungan infrastruktur teknologi untuk mengelola operasional bisnis secara menyeluruh.
Melalui kemitraan ini, setiap merchant yang tergabung dalam jaringan Bank Aceh akan memperoleh akses langsung ke aplikasi PosSaku. Keunggulan utama dari platform ini adalah integrasi penuh dengan sistem pembayaran QRIS Bank Aceh.
Dengan sinergi ini, UMKM di Aceh kini dapat menikmati kemudahan dalam:
Pengelolaan Transaksi: Proses pembayaran digital melalui QRIS yang tercatat otomatis.
Manajemen Inventaris: Pemantauan stok barang secara real-time untuk menghindari kekurangan suplai.
Laporan Keuangan Otomatis: Penyusunan laporan laba-rugi yang akurat tanpa perlu pembukuan manual yang rumit.
Sistem ini hadir sebagai solusi atas kendala klasik yang sering dihadapi UMKM, yakni ketergantungan pada pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan (human error) dan sulit untuk dipantau secara berkala.
Selain aspek teknologi, kolaborasi ini juga menekankan pada kecepatan layanan. Proses onboarding atau pendaftaran bagi pelaku usaha dirancang sangat efisien, dengan target verifikasi dan aktivasi layanan maksimal dalam tiga hari kerja.
Ruang lingkup kerja sama juga mencakup strategi pemasaran bersama (cross marketing), program edukasi literasi digital bagi para pedagang, hingga penawaran skema harga khusus bagi UMKM yang masuk ke dalam ekosistem Bank Aceh.
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, pelaku usaha saat ini harus mampu bergerak lebih cepat agar tetap kompetitif.
“Kami ingin UMKM di Aceh tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu berlari mengikuti perkembangan ekonomi digital. Melalui kolaborasi ini, kami mempermudah akses teknologi agar mereka bisa langsung go digital tanpa harus memulai dari nol,” tegas Hendra.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi, menekankan pentingnya integrasi data bagi pengembangan bisnis. “Ketika urusan pembayaran dan pencatatan sudah ditangani oleh sistem yang andal, pelaku UMKM dapat lebih fokus pada inovasi dan pengembangan produk mereka,” ujarnya.
Integrasi QRIS sebagai pilar utama pembayaran dalam kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan di seluruh pelosok Aceh. Dengan sistem yang lebih transparan dan berbasis data, UMKM akan memiliki rekam jejak finansial yang lebih baik, yang ke depannya dapat mempermudah akses terhadap pembiayaan perbankan.
Kerja sama antara Bank Aceh Syariah dan PosSaku ini menjadi langkah konkret dalam membangun pondasi ekonomi digital daerah yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.[]









