BANDA ACEH — Nasib politik Bupati Pati Sudewo kini berada di ujung tanduk setelah ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan daerah.
Partai Gerindra segera membahas status keanggotaan Sudewo dalam Mahkamah Kehormatan Partai sebagai langkah evaluasi internal atas keterlibatan kadernya dalam perkara hukum.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra menyampaikan bahwa partai tidak tinggal diam dan sedang melakukan evaluasi melalui mekanisme organisasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Partai berlambang kepala burung Garuda tersebut juga menegaskan sangat menyesalkan keterlibatan kadernya dalam praktik yang dinilai mencederai integritas organisasi.
Praktik jual-beli jabatan yang menyeret Sudewo menjadi sorotan publik dan menunjukkan tekanan bagi partai untuk bertindak tegas sesuai komitmen menjaga integritas kader.
Instruksi ketat dari Ketua Umum Partai Gerindra agar seluruh kader menjaga perilaku dan etika jabatan juga disebut terus digelorakan di internal partai.
Gerindra juga menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan di KPK terhadap Sudewo serta membiarkan lembaga antirasuah menjalankan langkahnya tanpa intervensi.
Status hukum Sudewo sebagai tersangka sekaligus langkah KPK menahan yang bersangkutan membuat dinamika politik turut berkembang di kalangan masyarakat serta internal partai.
Langkah Mahkamah Kehormatan Partai dipandang banyak pihak sebagai momen penting yang akan menentukan nasib politik Sudewo di partai tersebut. cnn.id
Sejumlah pengamat menilai putusan internal Gerindra akan mencerminkan konsistensi partai dalam menerapkan disiplin organisasi terhadap kasus hukum yang menimpa kadernya.
Publik kini menanti hasil rapat kehormatan partai yang menentukan apakah Sudewo akan tetap menjadi kader Gerindra atau menghadapi sanksi tegas sesuai aturan internal.[]










