SEANTERONEWS.com — Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi sorotan publik karena memuat sejumlah poin krusial yang disebut sebagai “jantung” dalam upaya pemberantasan kejahatan luar biasa, terutama korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
RUU ini dirancang untuk memungkinkan negara merampas aset hasil kejahatan tanpa harus menunggu putusan pidana terhadap pelaku, sebuah terobosan hukum yang selama ini dinilai sangat dibutuhkan.
Poin paling mendasar dalam RUU tersebut adalah perampasan aset berbasis non-conviction based asset forfeiture, yakni mekanisme perampasan aset tanpa menunggu vonis bersalah terhadap pelaku tindak pidana.
Konsep ini memungkinkan aparat penegak hukum fokus pada aset hasil kejahatan, bukan semata-mata pada pemidanaan pelaku, terutama dalam kasus pelaku meninggal dunia, buron, atau melarikan diri.
Poin krusial lainnya adalah pembuktian terbalik terbatas, di mana pihak yang menguasai aset mencurigakan wajib membuktikan bahwa harta tersebut diperoleh secara sah.
RUU ini juga mengatur secara tegas jenis aset yang dapat dirampas, termasuk harta bergerak, tidak bergerak, aset digital, hingga aset yang disamarkan atas nama pihak lain.
Selain itu, RUU Perampasan Aset mengatur perlindungan hak pihak ketiga yang beritikad baik, agar masyarakat yang tidak terlibat kejahatan tidak dirugikan dalam proses hukum.
Pengelolaan aset rampasan juga menjadi poin penting, di mana negara diwajibkan mengelola dan memanfaatkan aset tersebut secara transparan dan akuntabel untuk kepentingan publik.
RUU ini turut memperkuat peran lembaga penegak hukum, termasuk koordinasi antara kepolisian, kejaksaan, KPK, dan PPATK dalam penelusuran serta penyitaan aset. icc.co
Pendukung RUU menilai regulasi ini akan menutup celah pelaku kejahatan untuk menikmati hasil tindak pidana meski lolos dari jerat pidana penjara.
Namun demikian, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya pengawasan ketat agar implementasi RUU Perampasan Aset tidak disalahgunakan dan tetap menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.[]










