Takengon – Puluhan narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Takengon, Minggu, 21 Desember 2025.
Pemindahan puluhan napi asal Bener Meriah dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap aktivitas status gunung berapi Burni Telong saat ini, dan juga keterbatasan pangan pascabencana.
“Benar, hari ini kita menerima 50 napi asal Bener Meriah dengan kondisi sehat,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, Rusli.
Pemindahan puluhan napi itu, kata Rusli, bukan semata-mata karena status gunung Burni Telong. Akan tetapi, mempertimbangkan keterbatasan pasokan pangan di wilayah terdampak bencana alam.
“Kalau hanya status Burni Telong, tentu harus dipindahkan semuanya, lebih dari 300 orang. Tapi, ini hanya 50 WBP, tujuannya agar kondisi di sana lebih longgar dan terkendali,” ujar Rusli.
Saat ini ketersediaan bahan pangan di Bener Meriah menjadi perhatian serius. Di mana akses distribusi yang belum sepenuhnya pulih membuat stok beras dan kebutuhan pokok lainnya terbatas.
“Saat ini kondisi pangan di sana cukup sulit. Sementara di Takengon, insya Allah, stok masih aman hingga pertengahan Januari 2026, atau sampai akses darat kembali normal,” ungkap dia.
“Kita bersyukur ada bantuan dari pemerintah daerah dan juga Polda. Insya Allah, masih mencukupi, meski harus diatur dengan sangat ketat,” tutur Rusli.
Rusli menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Bener Meriah agar WBP tetap mendapat perhatian dan tidak sampai kelaparan.[]










