SEANTERONEWS.com – Bagi Syarifah Nur Asiah (71), kembali ke rumah setelah bencana banjir bukanlah perkara mudah. Rumah yang telah ia tempati selama puluhan tahun di kawasan Meureudu kini terkubur timbunan tanah dan lumpur hingga menutup hampir seluruh bagian bangunan. Akses masuk ke rumahnya bahkan tertutup total, membuatnya hanya bisa memandang dari kejauhan.
Untuk sekadar membuka pintu rumah yang tertimbun material banjir, Syarifah harus menghadapi kenyataan pahit: biaya pembersihan awal menggunakan alat berat mencapai sekitar Rp12 juta. Nominal tersebut terasa sangat berat bagi seorang lansia yang saat ini masih bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
Biaya tersebut baru mencakup pembukaan akses dan pembersihan bagian luar rumah. Proses pemulihan total, termasuk membersihkan bagian dalam serta perbaikan bangunan, belum dapat dipastikan kapan bisa dilakukan. Bagi Syarifah, angka tersebut terasa seperti “tebusan” hanya untuk bisa kembali menjejakkan kaki ke rumahnya sendiri.
Kenangan pahit malam banjir bandang masih membekas kuat. Air datang tiba-tiba dengan arus deras saat malam hari, membuat Syarifah terjebak di dalam rumah selama berjam-jam. Ia baru bisa dievakuasi keesokan harinya setelah hampir 11 jam bertahan dalam kondisi penuh ketakutan dan kelelahan.
Tidak hanya Syarifah, sejumlah warga lain di wilayah tersebut mengalami nasib serupa. Banyak rumah terkubur lumpur setinggi satu hingga dua meter, menyulitkan proses pembersihan tanpa bantuan alat berat. Kondisi ini membuat sebagian warga belum bisa kembali ke rumah dan terpaksa hidup berpindah-pindah.
Bagi para lansia dan korban terdampak lainnya, bencana ini bukan hanya merenggut harta benda, tetapi juga rasa aman dan ketenangan hidup. Beban mental dan fisik kian berat ketika pemulihan harus ditanggung sendiri dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.
Kisah Syarifah menjadi potret nyata beratnya perjuangan warga pascabanjir. Mereka berharap adanya perhatian lebih dan dukungan nyata agar proses pembersihan serta pemulihan rumah dapat segera dilakukan, sehingga kehidupan bisa perlahan kembali normal.[]
Sumber: bithe.co










