SEANTERONEWS.com – Industri hiburan global sedang diguncang oleh drama perebutan kekuasaan tingkat tinggi. Warner Bros. Discovery secara resmi mendesak para pemegang sahamnya untuk menolak tawaran akuisisi paksa (hostile bid) yang diajukan oleh Paramount Global. Langkah ini menandai eskalasi serius dalam persaingan dua studio film paling berpengaruh di dunia.
Dalam surat resmi yang dirilis kepada investor pada Kamis (18/12/2025), dewan direksi Warner Bros. menyatakan bahwa tawaran dari Paramount “sangat meremehkan” nilai perusahaan dan potensi pertumbuhan jangka panjang mereka. Warner Bros. memperingatkan bahwa penggabungan paksa ini justru akan menciptakan ketidakpastian finansial yang besar dan risiko regulasi anti-monopoli yang ketat.
“Kami sangat menyarankan pemegang saham untuk tidak mengambil tindakan apa pun terkait tawaran ini. Ini bukan demi kepentingan terbaik perusahaan maupun investor kami,” tegas juru bicara Warner Bros. Discovery.
Perseteruan ini bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan perebutan dominasi di pasar streaming yang kian sesak. Gabungan antara katalog Warner Bros. (HBO, DC Universe, Harry Potter) dengan Paramount (Star Trek, Mission: Impossible, Nickelodeon) sebenarnya akan menciptakan raksasa konten yang tak tertandingi. Namun, Warner Bros. tampaknya lebih memilih untuk tetap mandiri dan fokus pada pemulihan utang serta strategi konten internal mereka.
Bagi para pengamat pasar, langkah Paramount disebut sebagai hostile bid karena mereka mencoba membeli perusahaan langsung dari pemegang saham tanpa persetujuan manajemen atau dewan direksi Warner Bros. Strategi “agresif” ini biasanya dilakukan ketika manajemen target menolak untuk bernegosiasi secara sukarela.
Jika akuisisi ini benar-benar terjadi atau jika perang korporasi ini berlarut-larut, konsumen mungkin akan melihat dampak pada: Potensi penggabungan Max (HBO) dan Paramount+. Perubahan jadwal rilis film-film blockbuster akibat restrukturisasi organisasi. Penyesuaian biaya layanan untuk menutup nilai akuisisi yang fantastis.
Hingga saat ini, pihak Paramount Global belum memberikan tanggapan resmi atas penolakan keras dari pihak Warner Bros.[]










