SEANTERONEWS.com – Era mobil listrik (EV) sering kali dikritik karena kehilangan salah satu aspek paling emosional: raungan mesin yang menggetarkan jiwa. Namun, Lexus tidak tinggal diam. Pabrikan mewah asal Jepang ini sedang menggarap penerus spiritual dari supercar legendaris Lexus LFA dengan misi ambisius: menciptakan suara mobil listrik paling ikonik di dunia.
Mengejar Warisan Mesin V10 yang Legendaris Lexus LFA original dikenal memiliki suara mesin V10 yang sering dijuluki sebagai “salah satu suara mesin terbaik yang pernah diciptakan.” Kini, untuk versi penerusnya yang bertenaga listrik, Lexus ingin menghadirkan sensasi serupa tanpa harus menggunakan bahan bakar fosil.
Lexus sedang mengembangkan teknologi suara yang tidak hanya sekadar simulasi speaker, melainkan integrasi getaran dan frekuensi yang memberikan umpan balik nyata kepada pengemudi.
Teknologi di Balik Suara Masa Depan Pimpinan Lexus menyatakan bahwa suara dalam mobil sport listrik bukan hanya soal kebisingan, melainkan cara pengemudi terhubung dengan kecepatan dan tenaga mobil. Beberapa bocoran teknologi yang akan disematkan meliputi:
Suara Sintesis yang Presisi: Mengikuti dinamika torsi dan kecepatan motor listrik secara real-time.
Manual Gearbox untuk EV: Lexus juga menguji transmisi manual simulasi (lengkap dengan pedal kopling) untuk menambah keterlibatan emosional pengemudi.
Aerodinamika Akustik: Memanfaatkan aliran udara untuk menciptakan resonansi suara yang unik saat dipacu dalam kecepatan tinggi.
Menantang Dominasi Supercar Listrik Langkah ini dipandang sebagai upaya Lexus untuk membedakan diri dari kompetitor seperti Tesla Roadster atau Porsche Taycan. Lexus percaya bahwa performa 0-100 km/jam saja tidak cukup; sebuah supercar harus memiliki “jiwa” yang bisa didengar dan dirasakan.
Meskipun detail spesifikasi baterai dan tenaga kuda masih dirahasiakan, fokus pada aspek audio ini membuktikan bahwa Lexus ingin tetap menjaga identitas mereka sebagai produsen mobil yang mengutamakan pengalaman berkendara artistik.[]












