Takengon – Bendera merah putih berkibar di ‘sepanjang’ jalan di Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat, 19 Desember 2025, atau memasuki hari ke-23 pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tengah, Sarwa Jalami, kepada Line1.News, mengatakan pengibaran bendera merah putih itu sebagai simbol negara hadir di tengah masyarakat pascabencana alam yang memporak-porandakan Aceh Tengah.
“Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan simbol kehadiran negara, peningkatan moril masyarakat serta peneguhan semangat kebangsaan di tengah situasi bencana,” ujar Sarwa Jalami, Jumat (19/12).
Selain berkibar di pusat kota Takengon, Sarwa juga mengatakan bendera merah putih akan dikibarkan di beberapa titik yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
“Kita akan pasang bendera merah putih di beberapa titik pascabencana. Di antaranya, [di] jembatan putus, lokasi pengungsian, posko bencana serta fasilitas umum lainnya,” ujar dia.
Dia berharap dengan adanya bendera merah putih berkibar di Aceh Tengah dapat menambah kekuatan moral, semangat juang, dan tidak akan pernah menyerah dengan kondisi sepahit apapun pascabencana.
“Kuurrrrr semangat negeri para pejuang, pulihmi ko Tanoh Gayo,” ucap Sarwa Jalami.[]










