BREAKING

INTERNASIONAL

Vietnam Batasi Ketat Ekspor Rare Earth. Industri Teknologi Global Terancam Guncang

SEANTERONEWS.com – Vietnam, yang merupakan salah satu pemain kunci dalam rantai pasok global untuk Logam Tanah Jarang (Rare Earths), secara resmi mengumumkan kebijakan pembatasan ekspor yang signifikan. Langkah ini mencakup pengekangan ketat terhadap ekspor refined rare earths (logam tanah jarang yang sudah dimurnikan) sekaligus menegaskan kembali larangan perdagangan bijih mentah (ore).

Kebijakan yang diumumkan pada 11 Desember 2025 ini bertujuan untuk memprioritaskan pasokan domestik, mendorong investasi pada sektor pemrosesan mineral di dalam negeri, dan memaksimalkan nilai tambah dari cadangan rare earth Vietnam yang melimpah.

Keputusan Vietnam ini dipandang sebagai respons strategis terhadap dinamika geopolitik perdagangan mineral dunia, terutama di tengah persaingan teknologi antara kekuatan global.

Negara-negara importir utama, terutama yang mengandalkan rare earth untuk produksi komponen kunci seperti magnet permanen (untuk kendaraan listrik, turbin angin, dan gadget canggih), akan merasakan dampak langsung. Harga komoditas ini diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan.

Langkah ini dapat memperburuk ketidakpastian pasokan global, memaksa perusahaan teknologi di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia lainnya untuk mencari alternatif sumber pasokan atau mempercepat upaya daur ulang.

Penguatan larangan ekspor bijih mentah (ore) dan pembatasan ekspor produk yang sudah dimurnikan menggarisbawahi komitmen Hanoi untuk naik kelas. Pemerintah Vietnam ingin memastikan bahwa proses pemurnian dan produksi komponen bernilai tinggi dilakukan di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mengamankan teknologi strategis.

“Kebijakan ini adalah langkah tegas Vietnam untuk mengamankan masa depan ekonominya dan keluar dari perangkap pengekspor bahan mentah,” ujar seorang analis komoditas di Asia Tenggara.

Pasar kini menantikan reaksi dari Tiongkok, yang saat ini mendominasi sebagian besar rantai pasok rare earth global, serta dari perusahaan-perusahaan teknologi besar yang bergantung pada mineral kritis ini.

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts