ACEHNASIONAL

Wali Kota Langsa Dikritik Usai Foto “Kabur ke Medan” Viral, Warga Geram

SEANTERONEWS.com – Foto-foto yang memperlihatkan Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, sedang bersantai dan makan di sebuah restoran mewah di Medan mendadak viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi saat warga Kota Langsa sedang menghadapi banjir bandang dan longsor. Unggahan tersebut langsung memicu gelombang kritik dari publik yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan pada masa krisis.

Warga yang terdampak bencana merasa ditinggalkan, karena pada saat mereka membutuhkan bantuan dan kehadiran pemimpinnya, sang wali kota justru diduga berada jauh dari lokasi bencana. Banyak yang menyebut tindakan tersebut menunjukkan kurangnya empati dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sedang terpuruk.

Kekecewaan publik semakin besar karena sebagian wilayah di Langsa masih terisolasi akibat akses jalan yang rusak dan sulitnya distribusi logistik. Banyak warga mengaku belum menerima bantuan memadai, sementara foto-foto yang menunjukkan aktivitas santai sang wali kota semakin menambah amarah masyarakat.

Pemerintah kota memang mengklaim telah menyalurkan sejumlah bantuan, termasuk dukungan pangan dan tunai. Namun, bagi sebagian warga, realitas di lapangan tidak sejalan dengan narasi tersebut. Mereka menilai bantuan datang terlambat dan tidak merata, sehingga membuat situasi semakin menyulitkan bagi para korban.

Di media sosial, komentar bernada kecewa dan marah terus bermunculan. Publik mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab moral seorang pemimpin yang dianggap hanya tampil ketika suasana politik sedang menguntungkan, namun tak hadir ketika rakyat membutuhkan keberpihakan nyata.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai alasan keberadaan Wali Kota Langsa di Medan dan agenda yang dijalankannya pada tanggal tersebut. Masyarakat menuntut kejelasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan agar publik mendapatkan jawaban atas keresahan yang muncul.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pemimpin daerah harus berada di garis depan saat bencana terjadi. Kehadiran langsung, kepedulian, dan tindakan cepat bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi juga simbol harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang dalam situasi darurat.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts