BISNISEKONOMITEKNOLOGI

Telkom dan LKPP Perkuat Pengadaan Digital via SPSE V5

Telkom berkolaborasi dengan LKPP memperbarui sistem SPSE V5 guna mengoptimalkan belanja negara Rp900 triliun dan membuka peluang UMKM lokal.

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui unit Telkom Solution memperkokoh kemitraan strategisnya bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kolaborasi lintas institusi ini diwujudkan lewat pembaruan platform Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 5 (SPSE V5) guna menciptakan ekosistem belanja negara yang kian efisien, akuntabel, dan transparan.

Langkah modernisasi sistem ini menandai pergeseran paradigma belanja instansi publik di Indonesia. Dalam agenda Kick Off Konsolidasi Pengadaan Nasional 2026-2027 bertajuk “Konsolidasi Next Level: Strategi Pengadaan untuk Meningkatkan Pembangunan Nasional”, Kepala LKPP Sarah Sadiqa menegaskan pentingnya beralih dari sekadar pemenuhan kepatuhan administratif ke arah belanja cerdas (smart procurement).

“Orientasi pengadaan barang dan jasa kini tidak boleh lagi bertumpu semata-mata pada perburuan penawaran harga paling murah atau penyatuan paket lelang. Fokus utama harus diletakkan pada pemenuhan kebutuhan riil, kalkulasi dinamika pasar, serta mutu layanan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Sarah.

Sarah turut mengapresiasi keandalan infrastruktur dan kesiapan tim teknis Telkom yang secara berkelanjutan mengawal pengembangan perangkat lunak SPSE hingga generasi terbarunya saat ini.

Fondasi Transformasi Digital Sektor Publik

Menanggapi implementasi sistem anyar tersebut, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyatakan komitmen korporasi dalam mengawal digitalisasi tata kelola pemerintahan. Menurutnya, modernisasi platform SPSE V5 adalah bukti nyata sinergi teknologi untuk mendongkrak kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.

“Percepatan digitalisasi sektor publik membutuhkan keselarasan ekosistem, solusi teknologi yang tepat guna, serta kemitraan jangka panjang yang solid. Kehadiran SPSE V5 dirancang untuk mewujudkan tata kelola pengadaan yang semakin terintegrasi, lincah, dan akuntabel di seluruh pelosok negeri,” terang Veranita.

Empat Fitur Kunci Pembaruan SPSE V5

Platform SPSE generasi kelima mengusung empat pembenahan arsitektur sistem utama:

Sinkronisasi Akun Terpadu: Integrasi menyeluruh antara Akun INAPROC dengan modul Manajemen Akun INAPROC demi standardisasi identitas pengguna tunggal.

Keamanan Autentikasi Dokumen: Penerapan modul New APENDO guna menjamin validitas, kerahasiaan, dan enkripsi dokumen penawaran selama tahapan lelang.

Fleksibilitas Transaksi: Ketersediaan mekanisme penyelesaian transaksi di luar sistem (payment outside system) yang mempermudah rekonsiliasi keuangan.

Sentralisasi Rekam Jejak Rekanan: Transformasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SiKaP) menjadi platform terpusat Manajemen Penyedia INAPROC untuk memetakan kapabilitas dan kualifikasi vendor.

Ruang Tumbuh bagi Pelaku Usaha Lokal dan UMKM

Integrasi data dalam ekosistem SPSE V5 ini diproyeksikan menjadi instrumen penting dalam mengawal efektivitas anggaran belanja pemerintah tahun 2026 yang nilainya menembus lebih dari Rp900 triliun. Alokasi belanja raksasa ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek prioritas nasional, terutama percepatan infrastruktur fisik dan ekspansi konektivitas digital.

Transparansi rencana pengadaan pemerintah yang tersaji secara komprehensif di dalam sistem baru ini memberikan visibilitas yang jauh lebih terang bagi pelaku usaha dalam negeri, khususnya kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan peta kebutuhan barang dan jasa yang terdata rapi, pelaku usaha lokal dapat mengukur skala produksi lebih dini, meningkatkan standar kualitas barang, serta bersaing secara terbuka dan adil dalam rantai pasok pengadaan negara.[]

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts