ACEH

Bansos Modal Rp5 M Tertunda, Baitul Mal Pidie Buka Suara

Baitul Mal Pidie meminta calon penerima bersabar terkait pencairan bansos modal usaha Rp5 miliar karena masih proses verifikasi faktual 5.700 mustahik.

PIDIE – Kepastian jadwal pencairan dana bantuan sosial (bansos) stimulan modal usaha senilai Rp5 miliar di Baitul Mal Kabupaten Pidie menjadi sorotan kalangan calon penerima manfaat. Dana bantuan yang bersumber dari pemotongan infak gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pidie tersebut belum kunjung masuk ke rekening mustahik, kendati pendaftaran serta pengumpulan berkas fisik telah rampung sejak 15 Juli 2026.

Keterlambatan ini mulai memantik keresahan para pemohon di lapangan. Kelompok rentan, seperti pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), guru balai pengajian gampong, hingga kalangan disabilitas, sangat mengandalkan stimulan modal tersebut untuk memulihkan arus kas usaha dan memperkuat permodalan ekonomi keluarga. Panjangnya alur birokrasi yang memakan waktu hingga berbulan-bulan pun menuai tanda tanya.

Menanggapi desakan dan keluhan publik, Ketua Badan Baitul Mal Pidie, Jakfar, S.E., memberikan klarifikasi terkait proses pencairan bantuan. Ia menjelaskan bahwa lonjakan berkas pemohon yang masuk menjadi faktor utama penundaan penyaluran.

Tercatat sekitar 5.700 proposal mustahik harus diperiksa satu per satu untuk memastikan akurasi data serta keabsahan calon penerima.

Bagi Lima Tim Korwil untuk Uji Kelayakan Usaha

Jakfar memaparkan bahwa pihak sekretariat saat ini tengah merampungkan tahap uji petik dan evaluasi faktual langsung ke tempat usaha masing-masing pendaftar. Langkah verifikasi langsung ini dinilai krusial guna mengantisipasi manipulasi data dan menjamin bantuan tepat sasaran.

Guna mempercepat penyisiran di lapangan, tim pemeriksa disebar ke dalam lima Koordinator Wilayah (Korwil), disesuaikan dengan formasi pembagian tugas lima orang anggota komisioner Badan Baitul Mal Pidie.

“Proses ini sepenuhnya menunggu laporan verifikasi faktual dari tim sekretariat. Selama dua pekan terakhir tim telah bekerja di lapangan dan kami masih menunggu rekapitulasi data hasil peninjauan tersebut,” jelas Jakfar.

Targetkan Penyaluran Rampung November 2026

Jakfar mengimbau masyarakat calon mustahik agar tetap bersabar mengikuti tahapan administrasi yang sedang berlangsung. Pihaknya menegaskan kehati-hatian dalam proses validasi semata-mata dilakukan untuk menjaga asas transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana infak umat.

Baitul Mal Pidie menargetkan rekapitulasi evaluasi kelayakan usaha dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Jika verifikasi fisik dan administrasi perbankan rampung sesuai rencana, proses transfer dana bantuan modal usaha dengan nominal variatif tersebut dijadwalkan dapat disalurkan secara serentak ke rekening masing-masing penerima paling lambat pada November 2026.[]

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts