PIDIE JAYA – Akselerasi digitalisasi layanan publik acap kali menyisakan kendala tersendiri bagi masyarakat perdesaan, khususnya kelompok rentan dan lanjut usia yang belum akrab dengan operasional gawai pintar. Menyikapi persoalan tersebut, personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 18/Tripa Kodim 0102/Pidie mengambil inisiatif proaktif dengan mendampingi warga mengakses program perlindungan sosial secara daring di Desa Plandok Teungoh, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (27/10/2026).
Aksi kepedulian tersebut dijalankan oleh Serda Rizal Arifianto di sela agenda rutin Komunikasi Sosial (Komsos) kewilayahan. Mengetahui adanya sejumlah warga prasejahtera yang kesulitan menyelesaikan tahapan administrasi pada portal layanan sosial pemerintah, Rizal mendatangi rumah penduduk untuk memandu proses input data secara berurutan.
Pendampingan teknis ini mencakup pengecekan kelengkapan dokumen kependudukan, pengisian formulir verifikasi, hingga memastikan unggahan identitas telah sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan kementerian terkait agar warga tidak gugur dalam tahap validasi sistem.
Wujud Kemanunggalan dan Solusi Akar Rumput
Serda Rizal Arifianto menuturkan bahwa keterlibatan aparat kewilayahan di lini terbawah tidak terbatas pada aspek pertahanan teritorial dan ketertiban desa semata. Kehadiran prajurit di tengah permukiman warga dituntut mampu memberikan jalan keluar konkret atas kesulitan hidup sehari-hari yang dirasakan penduduk setempat.
“Banyak warga kami di gampong yang sebetulnya sangat berhak menerima jaring pengaman sosial, tetapi terkendala karena tidak paham cara mendaftar lewat aplikasi daring. Tugas kami mendampingi mereka selangkah demi selangkah agar hak-hak mereka dapat terpenuhi dengan tertib administrasi,” ungkapnya di sela kegiatan.
Menjalin Kedekatan dan Menjaring Aspirasi
Interaksi tatap muka yang berlangsung akrab di beranda rumah warga ini sekaligus dimanfaatkan Babinsa untuk mempererat tali silaturahmi antara institusi TNI dengan masyarakat binaan. Melalui dialog santai, Babinsa dapat menyerap kondisi riil ekonomi warga, dinamika sosial gampong, serta potensi kerawanan lingkungan untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan aparatur desa setempat.
Pendampingan langsung ini disambut antusias oleh warga Desa Plandok Teungoh. Kehadiran sosok aparat teritorial yang tanggap teknologi dinilai sangat membantu meringankan beban psikologis warga yang selama ini merasa gamang terhadap sistem birokrasi serba digital. Sinergi harmonis di tingkat tapak ini diharapkan terus terjaga demi memelihara ketahanan sosial dan kemandirian masyarakat pedesaan di Pidie Jaya.[]










