ACEH

Upacara HSP ke-98, Wabup Pidie Bakar Semangat Pemuda

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pidie, Wabup Alzaizi Umar menegaskan pemuda harus berjuang melawan kebodohan dan perpecahan lewat ilmu pengetahuan.

PIDIE – Halaman Kantor Bupati Pidie dipadati barisan peserta lintas elemen dalam rangka upacara puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98, Rabu (28/10/2026) pagi. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, personel kepolisian, delegasi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), hingga para pelajar berbaris rapi menyatukan komitmen kebangsaan di jantung Kota Sigli.

Rangkaian peringatan yang semula berlangsung hening dan khidmat seketika bergelora saat Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, selaku inspektur upacara menyampaikan amanatnya di hadapan barisan apel. Orasi yang dibawakan dengan artikulasi tegas dan penuh ketukan moral itu memantik antusiasme serta tepuk tangan riuh para peserta upacara.

Dalam amanatnya, Alzaizi merefleksikan pergeseran medan perjuangan yang dihadapi generasi penerus bangsa saat ini. Ia menekankan bahwa musuh utama bangsa pada abad ke-21 telah berganti rupa seiring laju peradaban modern.

“Perjuangan kita hari ini sudah bukan lagi menggunakan bambu runcing di medan perang. Musuh nyata yang kita hadapi sekarang adalah kebodohan dan perpecahan,” seru Alzaizi dengan lantang, disambut anggukan mantap dari para pemuda dan peserta apel.

Tantangan Menghadapi Era Disrupsi

Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Pidie tersebut menantang kaum muda daerah untuk berani “mengangkat senjata” dalam memenangkan kompetisi zaman. Namun, amunisi yang dimaksud bukanlah persenjataan fisik, melainkan bekal kecakapan intelegensia dan benteng karakter kepribadian.

“Pemuda hari ini harus angkat senjata dengan ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kejujuran!” tegasnya berapi-api di podium kehormatan.

Alzaizi mengingatkan agar generasi muda di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie, tidak terbuai oleh zona nyaman. Ia menyoroti tantangan era keterbukaan informasi dan digitalisasi global yang di satu sisi membuka peluang kemajuan, namun di sisi lain rentan disusupi narasi adu domba serta polarisasi sosial.

Dalam pusaran arus digital yang begitu deras, pemuda dituntut mengasah nalar kritis dan memegang teguh integritas. Wabup Pidie berpesan agar anak-anak muda senantiasa memosisikan diri sebagai elemen perekat harmoni sosial, bukan menjadi perusak persaudaraan yang telah dirawat bersama.

Dialog Terbuka Pemkab dan Tokoh Muda Inspiratif

Prosesi upacara bersejarah yang sarat atmosfer patriotisme ini ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan daerah dengan barisan personel gabungan. Usai kegiatan formal, suasana beralih menjadi cair dan interaktif.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie menggelar ruang temu dialogis bersama para tokoh pemuda inspiratif, pegiat komunitas, dan perwakilan pelajar berprestasi. Pertemuan tersebut menjadi jembatan silaturahmi untuk menjaring ide-ide segar anak muda Pidie dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, pendidikan, serta ketahanan sosial di daerah.[]

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts