BREAKING

NASIONAL

Serangan Brutal di Papua Tengah: Rombongan Kapolda Diserang OPM, Polisi Luka di Kepala

SEANTERONEWS.com – Situasi keamanan di Papua Tengah kembali memanas setelah rombongan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Alfred Papare, menjadi sasaran tembak oleh kelompok bersenjata saat melintas di kawasan Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, pada Jumat siang (17/10/2025). Serangan brutal itu menyebabkan Kasat Narkoba Polres Nabire, AKP Hardiman Sirait, mengalami luka tembak serius di kepala dan bahu. Tiga anggota polisi lainnya juga dikabarkan mengalami luka akibat serpihan peluru.

Penyerangan terjadi secara tiba-tiba ketika iring-iringan Kapolda tengah dalam perjalanan menuju lokasi investigasi penembakan warga sipil di Kali Semen, Wadio Atas. Dari arah tebing di sisi jalan, terdengar rentetan tembakan yang langsung menghantam kaca depan dan bagian samping kendaraan rombongan. Sejumlah anggota kepolisian sempat membalas tembakan untuk memberikan perlindungan, sebelum akhirnya melakukan manuver keluar dari zona berbahaya.

Kapolda Papua Tengah yang berada dalam rombongan selamat dari insiden tersebut, namun serangan itu menimbulkan kepanikan di antara personel dan warga sekitar. Setelah situasi relatif aman, para korban segera dievakuasi ke RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, kondisi AKP Hardiman dikabarkan stabil meski masih dalam pengawasan medis.

Pasca kejadian, aparat gabungan dari Brimob dan Satgas Damai Cartenz langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi penembakan. Diduga kuat, pelaku berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya yang selama ini aktif di wilayah pegunungan Nabire. Aparat juga menutup sementara akses menuju lokasi kejadian untuk menjaga keselamatan masyarakat dan proses penyelidikan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan terhadap aparat keamanan di Papua Tengah dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian kini tengah berkoordinasi untuk memperkuat pengamanan di jalur strategis dan daerah rawan konflik.

Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa tindakan kekerasan semacam ini tidak akan melemahkan semangat aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami akan tetap berdiri tegak. Tidak ada ruang bagi teror di tanah Papua,” ujarnya dengan tegas saat memberikan keterangan usai meninjau para korban di rumah sakit.

Aksi ini juga menimbulkan keprihatinan di kalangan tokoh masyarakat dan pemuka agama yang menyerukan agar pemerintah segera mempercepat upaya dialog damai antara pihak berwenang dan masyarakat lokal. Mereka menilai, pendekatan keamanan harus diimbangi dengan pendekatan kemanusiaan dan pembangunan agar Papua bisa keluar dari lingkaran kekerasan yang terus berulang.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts