seanteronews.com, 12 Oktober 2025 – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan keberatan dan protes keras terhadap penayangan program “Expose Uncensored” di kanal @officialtrans7 yang ditayangkan pada Senin, 13 Oktober 2025. Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya melanggar prinsip moral dan etika publik, tetapi juga berpotensi menyinggung nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan masyarakat Indonesia.
KH Yahya menilai bahwa isi dan visualisasi dalam program tersebut tidak layak disiarkan di televisi nasional yang memiliki jangkauan publik luas. “Sebagai lembaga penyiaran yang memiliki tanggung jawab sosial, seharusnya pihak stasiun televisi memahami batas-batas etika dan norma masyarakat Indonesia,” ujar Yahya dalam keterangannya.
PBNU, lanjutnya, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera melakukan evaluasi terhadap tayangan “Expose Uncensored” dan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Ia juga mengingatkan bahwa media televisi memiliki peran penting dalam membentuk moral publik, terutama generasi muda.
Selain menyampaikan protes, KH Yahya juga meminta manajemen TRANS7 untuk segera menarik program tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dalam media harus disertai dengan tanggung jawab moral serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama.
PBNU berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati dalam memilih dan menayangkan konten hiburan. “Televisi seharusnya menjadi sarana edukasi dan inspirasi, bukan media yang justru menimbulkan keresahan sosial,” tutup KH Yahya.[]










