Kata-kata ‘Beradab, Bukan Seperti Hewan’ Bikin Gempar Dunia Media Lebanon
seanteronews.com – Thomas Barrack—Utusan AS untuk Suriah sekaligus Duta Besar di Turki—menuai kritik keras setelah menyindir wartawan Lebanon agar “bertindak beradab, tidak seperti binatang”, saat konferensi pers di Istana Baabda, Beirut.
Gegap Gempita Kritik: Diduga Rasa Superior dan Warisan Kolonial
Sikap Barrack dinilai mencerminkan “psikologi kekaisaran” yang menempatkan Lebanon sebagai negara tanpa tradisi demokrasi sejati—sebuah pandangan yang dianggap merendahkan. Kritikus menyebut ucapannya bukan sekadar kesalahan lidah, melainkan simbol kesombongan diplomat yang merasa berhak mendapat penghormatan tanpa perlu menunjukkan kelayakan.
Tak Hanya Dianggap, Tapi Diminta Minta Maaf
Asosiasi pers dan editor di Lebanon bereaksi keras, menyebut pernyataan Barrack sebagai “rasis”, “merendahkan”, dan tidak dapat diterima. Mereka mendesak adanya klarifikasi serta permintaan maaf resmi, bahkan mengancam untuk memboikot setiap acara yang melibatkan dirinya jika tuntutan tidak dipenuhi.
Sengkarut Diplomasi vs Etika Media
Tindakan Barrack dianggap mempertegas dilema diplomasi Barat: di satu sisi ingin menjaga hubungan dengan sekutu, namun di sisi lain justru memperlihatkan sikap merendahkan terhadap identitas lokal. Banyak pihak menekankan bahwa jurnalis Lebanon bekerja dalam kondisi penuh tekanan dan risiko, sehingga seharusnya didukung, bukan dihina.
Makna Lebih Dalam: Etika Diplomasi yang Retak
Kasus ini memperlihatkan jurang nilai antara elite politik global dengan realitas lokal. Diplomasi seharusnya menjadi ruang dialog yang membangun, bukan memperlemah. Rasa hormat dan kesetaraan menjadi syarat utama agar kerja sama lintas budaya benar-benar adil dan produktif.[]










