BANDA ACEH — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menggelar kunjungan kerja (kunker) selama tiga hari di Aceh pada Rabu hingga Jumat (4–6 November 2026). Rangkaian agenda tersebut mencakup penganugerahan gelar akademik, penyampaian orasi ilmiah di parlemen Aceh, hingga pembahasan isu strategis otonomi daerah.
Pesawat yang membawa Yusril beserta rombongan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Rabu (4/11) sekitar pukul 10.15 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Ketua DPRA Zulfadhli, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Latif Usman, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Rangkaian Agenda Hari Pertama: Wisata Sejarah dan Jamuan Resmi
Pada hari pertama kunjungannya, Menko Yusril dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan pusat UMKM di Banda Aceh dan Aceh Besar:
Menikmati sajian khas di Rujak U Groeh Bakoy, Aceh Besar.
Meninjau situs sejarah bencana tsunami 2004 di Museum Tsunami Aceh dan Museum PLTD Apung.
Mengunjungi pusat suvenir UMKM Pusaka Souvenir Gallery.
Menghadiri jamuan makan malam resmi bersama Wakil Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, dan Ketua DPRA di Pendopo Wali Nanggroe pada malam hari.
Penganugerahan Doktor HC di UIN Ar-Raniry dan Orasi di DPRA
Puncak kunjungan kerja berlangsung pada Kamis, 5 November 2026. Pada pagi hari, Yusril akan menghadiri Sidang Senat Terbuka Milad ke-63 UIN Ar-Raniry di Auditorium Prof. H. Ali Hasjmy untuk menerima Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) di bidang Hukum Islam (Fikih), sekaligus menyampaikan orasi ilmiah bertema “Transformasi Syari’ah ke dalam Hukum Nasional”.
Sore harinya, Yusril dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan pimpinan dan anggota DPRA di Gedung Utama DPRA. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk membahas isu-isu kekhususan Aceh, seperti keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan kepastian hukum bendera Aceh dalam konteks revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
“Besok saya akan menyampaikan pidato di hadapan DPR Aceh. Mungkin itu kesempatan untuk mendalami persoalan pelimpahan dana khusus dan masalah bendera Aceh,” ungkap Yusril saat diwawancarai di Museum Tsunami Aceh.
Konsolidasi Partai dan Penutupan Kunjungan
Selain agenda pemerintahan dan akademis, Yusril dijadwalkan menghadiri pelantikan serta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Partai Bulan Bintang (PBB) Aceh di Hotel Azana Oasis pada Kamis malam.
Rangkaian kunjungan kerja resmi diresmikan selesai pada Jumat, 6 November 2026, setelah Yusril menunaikan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman sebelum bertolak kembali ke Jakarta menggunakan penerbangan Garuda Indonesia pada pukul 15.40 WIB.












