ACEH

Cetak SDM Migas, BRA Jajaki Kolaborasi dengan PT PEMA

Badan Reintegrasi Aceh menjajaki kemitraan bersama PT PEMA guna membuka program sertifikasi migas berstandar industri bagi tenaga kerja lokal Aceh.

BANDA ACEH – Upaya menyiapkan angkatan kerja lokal agar berdaya saing di industri energi terus digulirkan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Lembaga ini merintis penjajakan kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Aceh (PEMA) untuk menggelar program pelatihan kejuruan serta uji sertifikasi kompetensi resmi di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Pertemuan inisiasi program vokasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Bantuan Sosial BRA, Teungku Misbahuddin yang akrab disapa Pang Marcos bersama jajaran staf BRA di Ruang Rapat PT PEMA, Banda Aceh, Jumat (30/10/2026).

Kedatangan delegasi BRA diterima langsung oleh Direktur Umum dan Keuangan PT PEMA Lukman Age, didampingi Sekretaris Perusahaan Reza Hendra Putra, serta Supervisor Divisi Minyak, Gas, dan Energi (MME) Faukas.

Dalam forum dialog tersebut, Pang Marcos menegaskan bahwa percepatan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di Tanah Rencong wajib diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang memadai. Menurutnya, potensi cadangan alam yang berlimpah tidak akan memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan daerah apabila talenta lokal tidak dibekali lisensi profesi yang diakui standar industri perminyakan.

“Kita tidak ingin sumber daya alam Aceh dieksplorasi secara masif, tetapi masyarakat setempat hanya berakhir sebagai penonton. Generasi muda Aceh harus memiliki kapasitas teknis, keterampilan lapangan, serta sertifikasi resmi agar mampu bersaing mengisi peluang kerja di proyek-proyek migas,” tegas Pang Marcos.

Standar Industri dan Menolak Pelatihan Formalitas

Pang Marcos secara khusus menyoroti efektivitas program vokasi. Ia menekankan bahwa rancangan pembinaan ketenagakerjaan yang disiapkan BRA bersama PT PEMA harus menanggalkan pola-pola formalitas yang sekadar mengejar target kehadiran atau membagikan sertifikat kepesertaan.

Orientasi kurikulum, lanjutnya, wajib dikalibrasi secara presisi dengan kebutuhan teknis yang dicari oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) maupun korporasi penunjang operasional migas di lapangan.

“Tolok ukur keberhasilannya bukan sebatas terlaksananya kegiatan seremonial, melainkan lahirnya tenaga kerja Aceh yang mengantongi keahlian riil dan sertifikat kompetensi teruji. Bekal kredensial itulah yang menjadi tiket masuk nyata bagi mereka untuk diserap oleh dunia industri,” tambahnya.

Melalui kemitraan awal ini, BRA dan PT PEMA berharap dapat merumuskan cetak biru program vokasi berkelanjutan dalam waktu dekat. Sinergi antara lembaga pemerintah daerah dan BUMD pengelola energi ini diharapkan menjadi jembatan konkret dalam membuka keran lapangan kerja, memangkas kesenjangan keahlian, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Aceh.[]

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts