KUALASIMPANG – Rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 di Provinsi Aceh diwarnai oleh aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan esensial masyarakat. Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, memimpin langsung peresmian 82 titik sumur bor dan instalasi air bersih yang dipusatkan di Desa Jamur Labu, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
Peresmian fasilitas air bersih tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemutaran kran air secara simbolis oleh Ny. Juliati Sigit, didampingi oleh Wakil Ketua Umum Bhayangkari Ny. Martha Dedi Prasetyo dan Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Sari Ruddi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan pengurus pusat juga menggelar dialog interaktif secara virtual dengan para penerima manfaat di berbagai kabupaten/kota.
Berdasarkan data Polda Aceh, ke-82 titik fasilitas air bersih ini didistribusikan ke sejumlah wilayah untuk mengatasi kesulitan warga, meliputi 40 titik di Kota Langsa, 30 titik di Kabupaten Aceh Tamiang, 4 titik di Bener Meriah, 3 titik di Aceh Tengah, 3 titik di Bireuen, serta 2 titik di Kabupaten Aceh Utara [diolah dari laporan terkait].
Kehadiran air bersih ini disambut rasa haru oleh masyarakat setempat. Salah seorang tokoh masyarakat mewakili warga pelosok mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka harus menempuh perjalanan berat menyeberangi bukit demi mendapatkan air layak pakai.
“Hari ini, air bersih yang sangat kami rindukan alhamdulillah sudah terwujud melalui bantuan Ibu Kapolri. Terima kasih atas bantuan sosial, bakti kesehatan, dan air bersih ini,” ungkap perwakilan warga tersebut melalui sambungan virtual. Menanggapi hal itu, Ny. Juliati berpesan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain infrastruktur air bersih, rangkaian kegiatan Bhayangkari Peduli di lokasi yang sama juga diramaikan dengan gelaran bakti kesehatan massal. Sebanyak 74 tenaga kesehatan professional terdiri atas dokter, paramedis, petugas laboratorium, hingga apoteker diterjunkan untuk melayani ribuan warga secara gratis.
Layanan medis yang disediakan mencakup pengobatan massal untuk 2.000 warga, poli umum, spesialis anak, penyakit dalam, mata, paru, screening stunting, hingga layanan pemeriksaan penunjang seperti EKG, rontgen, dan laboratorium. Tak hanya itu, diselenggarakan pula bakti sosial khusus berupa operasi katarak dan operasi bibir sumbing gratis yang dipantau langsung secara virtual melalui Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh, serta penyerahan bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda dan tongkat kruk bagi warga yang membutuhkan.
Suasana kehangatan semakin terasa di area kegiatan berkat kehadiran Kids Corner yang disiapkan khusus untuk menghibur anak-anak. Kehadiran ruang ramah anak ini dilengkapi dengan pendampingan delapan orang guru, hiburan badut serta robot, dan pembagian ratusan paket makanan ringan.
Ketua Umum Bhayangkari bersama jajaran pengurus tampak menyapa, berinteraksi, dan membagikan keceriaan secara langsung di tengah-tengah anak-anak. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian institusi dalam menghadirkan kebahagiaan serta solusi atas kebutuhan mendasar masyarakat secara berkelanjutan.[]











