SEANTERONEWS.com – Upaya akselerasi pemulihan dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh terus disuarakan di tingkat nasional. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, bersama Wakil Gubernur Aceh secara tegas mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi program pemulihan agar dampaknya bisa segera dirasakan oleh masyarakat korban bencana.
Desakan tersebut mengemuka dalam agenda Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I yang mengusung tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pascabencana”. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di Hotel Wyndham Panbil, Batam, pada Jumat (11/9/2026).
Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Delegasi dari Aceh sendiri diwakili oleh Wakil Gubernur Aceh beserta tiga senator DPD RI, yakni Haji Uma, Tgk Ahmada, dan Azhari Cage SIP.
Fokus utama pembahasan dalam rapat ini adalah mengevaluasi sejauh mana progres pemulihan wilayah Sumatera, khususnya pasca-tragedi bencana dahsyat yang melanda pada 25 November 2025 silam. Mengingat eskalasi kerusakan yang ditimbulkan, Aceh menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan sorotan utama dari para pemangku kebijakan.
Sejumlah instansi pemerintah pusat, seperti Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kementerian Dalam Negeri yang bertindak selaku Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, memaparkan laporan kinerja mereka dalam forum tersebut.
Berdasarkan data mutakhir yang diekspos dalam rapat, kerugian jiwa akibat bencana di Serambi Mekkah tercatat sangat memilukan. Sebanyak 847 jiwa dilaporkan meninggal dunia, sementara 89 orang lainnya masih berstatus hilang.
Tingginya angka terdampak juga terlihat dari jumlah penerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Tercatat sebanyak 13.706 Kepala Keluarga (KK) asal Aceh menjadi penerima bantuan tersebut, mendominasi total 20.986 KK penerima se-Sumatera.
Di sektor pemulihan infrastruktur vital, pemerintah melaporkan adanya perkembangan positif. Salah satunya adalah proyek perbaikan Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen yang kini telah menyentuh angka progres 95 persen. Fasilitas penghubung utama ini ditargetkan sudah bisa dioperasikan secara penuh pada 20 September 2026 mendatang.
Di sela-sela padatnya agenda rapat, Haji Uma dan Wakil Gubernur Aceh menyempatkan diri untuk membedah langsung dokumen serta memverifikasi data penyaluran bantuan. Haji Uma memberikan penekanan keras agar rantai birokrasi tidak menjadi batu sandungan bagi masyarakat yang sedang menderita.
“Data ini sudah kita bedah secara komprehensif bersama Pak Wagub. Korban jiwa mencapai 847 orang dan 89 hilang, ini adalah duka yang teramat besar bagi Aceh. Saya tegaskan, jangan sampai urusan administrasi atau tumpukan berkas menghambat pencairan DTH, dana stimulan, maupun pembangunan hunian tetap (huntap),” tegas Haji Uma.
Lebih lanjut, senator yang dikenal vokal ini mengingatkan pentingnya faktor cuaca dalam proses rekonstruksi. “Waktu kita terbatas. Semua pihak terkait harus mengejar ketuntasan program ini sebelum musim penghujan tiba, agar masyarakat tidak menjadi korban untuk kedua kalinya,” pungkasnya.[]










