HUKUM

Kantongi Identitas, Aparat Buru 8 Penembak di Jayawijaya

Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi 8 terduga pelaku penembakan tiga pegawai di Jayawijaya. Tiga selongsong peluru dan jejak darah ditemukan di TKP.

SEANTERONEWS.com – Tabir misteri di balik penyerangan mematikan terhadap rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mulai terkuak secara bertahap. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menyatakan telah mengantongi profil fisik hingga identitas komplotan bersenjata yang menjadi dalang pencegatan di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

Titik terang tersebut diperoleh seusai tim penyidik merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara komprehensif, dibarengi dengan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi kunci yang selamat dari insiden berdarah pada Rabu (9/9/2026) lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memaparkan bahwa investigasi di lokasi penyergapan menghasilkan sejumlah temuan balistik vital. Petugas mengamankan tiga butir selongsong peluru aktif yang telah ditembakkan, yang memperkuat indikasi ragam senjata api yang dipakai para eksekutor.

Dua selongsong di antaranya berdiameter kaliber 5,56 milimeter—jenis amunisi standar militer yang biasa dimuntahkan dari senjata api laras panjang. Sementara satu selongsong sisanya berukuran kaliber 9 milimeter, yang lazim digunakan untuk persenjataan laras pendek atau pistol.

“Kami mengamankan tiga selongsong peluru di area penyerangan, mencakup dua kaliber 5,56 milimeter dari senjata laras panjang serta satu kaliber 9 milimeter dari senjata laras pendek,” ungkap Yusuf dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Jejak Darah dan Profil Kawanan Penyerang

Selain proyektil logam, tim identifikasi menemukan ceceran bercak darah di tanah sekitar lokasi pencegatan. Sampel tersebut kini tengah dianalisis di laboratorium forensik guna merekonstruksi arah tembakan serta memastikan apakah ada pelaku yang turut terluka saat insiden berlangsung.

Keterangan dari para korban selamat menjadi mata rantai krusial yang menyempurnakan bukti fisik. Berdasarkan rekonstruksi sementara, kelompok penyerang diidentifikasi berjumlah sekitar delapan orang. Saat melancarkan aksinya memblokade jalan, kawanan ini terpantau menenteng setidaknya dua pucuk senjata api laras panjang.

“Ciri-ciri para pelaku telah kami kantongi secara jelas berkat kesaksian para saksi dan temuan material di lapangan. Tim gabungan saat ini sudah bergerak melakukan perburuan intensif. Kami optimistis para pelaku dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Yusuf.

Dampak Luka Para Korban

Data medis forensik turut memperlihatkan kebrutalan tembakan yang dilepaskan para pelaku dari jarak dekat terhadap ketiga aparatur pemerintah tersebut. Korban berinisial WB tercatat mengalami luka tembus peluru di area pinggang sebelah kanan.

Sementara korban AAM menderita luka tembak parah pada kepala bagian belakang serta tangan kiri, dan korban AR mengalami luka penetrasi peluru pada bagian perut.

Aparat keamanan gabungan TNI-Polri hingga kini terus memperketat perimeter dan menyisir jalur-jalur pelarian terjal di kawasan pedalaman Distrik Muliama. Penyelidikan menyeluruh terus dipacu demi mengungkap motif serta memutus mata rantai kelompok bersenjata yang kerap menebar teror terhadap aparatur sipil pelayan masyarakat.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts