BREAKING

HUKUMNASIONAL

Bongkar Sindikat Penyelundupan di Jayapura, Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Perantara Amunisi Ilegal

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 membekuk perantara amunisi ilegal berstatus DPO di Waena, Jayapura. Total 19 tersangka berhasil diungkap.

JAYAPURA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polda Papua mempersempit ruang gerak rantai pasok persenjataan ilegal di Tanah Papua. Tim gabungan berhasil mengamankan dua pria berinisial RS (37) dan SW (33) yang terindikasi kuat terlibat dalam jaringan distribusi senjata api dan amunisi tanpa izin di kawasan Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIT.

Penindakan hukum tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor LP/A/1/III/SPKT.DITKRIMUM/POLDA PAPUA tertanggal 13 Maret 2026.

Seusai diamankan, keduanya langsung digiring ke Mapolda Papua guna menjalani pemeriksaan intensif.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., memaparkan bahwa penyidik resmi menetapkan RS sebagai tersangka. Pria tersebut diketahui berstatus buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang memegang peran sentral sebagai perantara pasokan amunisi dalam jaringan yang terafiliasi dengan tersangka SP.

“Tersangka RS diduga kuat bertindak sebagai perantara distribusi dan transaksi amunisi ilegal. Sementara rekannya, SW, saat ini masih berstatus sebagai saksi dan tengah didalami keterlibatannya oleh tim penyidik. Penetapan status hukum selanjutnya akan mengacu pada hasil pembuktian perkara,” jelas Yusuf dalam konferensi pers di Jayapura, Kamis (15/10/2026).

Sita Amunisi, Drone, hingga Belasan Ponsel Cerdas

Dari operasi penangkapan di lokasi persembunyian tersebut, aparat menyita serangkaian barang bukti penunjang operasional jaringan:

  • 1 butir amunisi tajam kaliber 9 milimeter
  • 1 pucuk senjata replika airsoft gun
  • 4 bilah senjata tajam (berupa 2 bilah sangkur taktis dan 2 parang)
  • 15 unit telepon genggam (13 unit berfungsi aktif, 2 rusak)
  • Perangkat komputasi berupa 2 unit laptop/netbook dan 1 unit tablet
  • 1 unit proyektor beserta instalasi kabel
  • 1 unit kamera nirawak (drone) lengkap dengan baterai dan pengendali jarak jauh
  • 1 unit sepeda motor Honda Sonic R150

Seluruh barang bukti elektronik tersebut kini tengah diekstraksi secara forensik digital guna melacak rekaman transaksi, alur percakapan, serta memetakan simpul-simpul jejaring penyelundup lainnya.

Skala Kasus: Menjerat 19 Orang Lintas Peran

Pengusutan perkara ini membuktikan luasnya jejaring perdagangan senjata dan amunisi gelap di Papua. Kombes Yusuf Sutejo menguraikan bahwa akumulasi penanganan perkara telah melibatkan total 19 orang yang terbagi dalam tiga tingkatan proses hukum:

  1. Tahap I (Berkas Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum): Menjerat 2 orang perantara senjata dan amunisi, yakni LNR dan BEI.
  2. Tahap II (Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejaksaan): Melibatkan 13 orang dengan ragam peran, mulai dari pembeli amunisi (SP), penyumbang modal dana (OB, YP, NH), penjual amunisi dan magazen (HM, AKW, HLT), hingga perantara lapangan (MKM, DK, KO, SM, YK, AG).
  3. Fase Penyidikan Lanjutan: Menahan 4 orang, yakni penghubung jaringan YYS (alias OS/K) dan IHB (alias H), tersangka perantara RS, serta saksi SW.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan sangkaan kepemilikan dan penguasaan senjata tanpa hak sebagaimana diatur dalam Pasal 306 juncto Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Komitmen Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faisal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan jaringan ini akan dieksekusi secara tuntas melalui pendekatan pembuktian ilmiah (scientific crime investigation).

Penyidik diinstruksikan tidak menghentikan perburuan hingga mata rantai pemodal dan pemasok utama berhasil dilumpuhkan.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengajak masyarakat Bumi Cenderawasih untuk bersinergi menjaga keamanan daerah dengan tidak memfasilitasi transaksi atau penyimpanan amunisi ilegal.

Aparat menjamin perlindungan kerahasiaan identitas bagi warga yang berani melaporkan indikasi peredaran senjata ilegal melalui kanal resmi kepolisian demi terwujudnya kedamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.[]

author avatar
Saumi R News Tv

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts