BREAKING

BISNISEKONOMI

HUT KCIC, Wamenaker Targetkan Kemandirian SDM Kereta Cepat

Wamenaker Afriansyah Noor menyoroti pentingnya alih teknologi dan peningkatan kualitas SDM lokal pada perayaan HUT ke-11 PT KCIC dan ke-3 operasional Whoosh.

JAKARTA – Momentum perayaan hari jadi ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus peringatan tiga tahun beroperasinya Kereta Cepat Whoosh menjadi perhatian khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa kecanggihan infrastruktur transportasi harus berbanding lurus dengan penguasaan teknologi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Hadir dalam perayaan yang digelar di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026), Afriansyah menyoroti betapa krusialnya proses alih pengetahuan (transfer of knowledge) dari para ahli asal Tiongkok kepada teknisi dan pekerja Indonesia. Menurutnya, kemandirian SDM kereta cepat domestik adalah fondasi utama bagi keberlanjutan moda transportasi darat paling mutakhir di Asia Tenggara ini.

“Sektor perkeretaapian modern ini menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang sangat masif. Oleh sebab itu, kolaborasi antara Kemnaker dan KCIC harus terus diperkuat. Target kita ke depan bukan hanya melancarkan operasional, tetapi memastikan para pekerja kita mampu menjalankan tugas secara mandiri, profesional, dan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” papar Afriansyah.

Wamenaker memberikan apresiasi tinggi atas rekam jejak ketepatan waktu (on-time performance) Whoosh yang memuaskan. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa indikator kesuksesan sebuah sistem transportasi tidak bisa hanya diukur dari mesin elektromekanik yang canggih.

“Kemajuan sebuah transportasi ditentukan oleh nyawa di baliknya: kualitas pelayanan yang diberikan (hospitality), soliditas kerja antartim di lapangan, serta kepatuhan mutlak terhadap standar K3,” tegasnya.

Capaian Lokalisasi Pekerja dan Visi Ekspansi

Sejauh ini, progres transisi tugas kepada tenaga kerja lokal menunjukkan kurva yang sangat menggembirakan. Merujuk pada catatan KCIC, sejak 10 April 2025, seluruh kendali operasional perjalanan Whoosh telah diserahterimakan sepenuhnya dari pihak Tiongkok kepada masinis dan teknisi asal Indonesia.

Hingga Oktober 2025 lalu, sebanyak 513 dari total 579 pekerja lokal yang mengikuti program alih pengetahuan telah dinyatakan lulus dan resmi memegang tanggung jawab penuh, baik di sektor pengendalian maupun pemeliharaan sarana prasarana.

Capaian impresif ini dinilai Wamenaker sebagai modal berharga untuk visi pembangunan infrastruktur berskala makro. Afriansyah meyakini bahwa kesuksesan rute Jakarta–Bandung seharusnya menjadi batu pijakan (milestone) untuk ekspansi mega-proyek selanjutnya.

Ia melontarkan optimisme agar jaringan kereta cepat tidak berhenti di tanah Pasundan, melainkan bisa membentang hingga ke Surabaya. Bahkan, ia berharap konektivitas ultra-cepat ini kelak dapat merambah pulau-pulau besar lainnya, seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Tentu saja, mimpi besar tersebut menuntut persiapan matang dari sisi pembiayaan, infrastruktur dasar, dan yang terpenting: kesiapan SDM ahli dalam jumlah eksponensial.

Menutup lawatannya, Wamenaker melayangkan ucapan selamat atas dedikasi dan resiliensi KCIC selama lebih dari satu dekade membangun peradaban baru transportasi Indonesia.

“Selamat hari jadi untuk KCIC. Semoga momentum historis ini menjadi bahan bakar semangat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, serta memberikan sumbangsih nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan transportasi nasional,” pungkas Afriansyah.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts