PIDIE – Progres pembangunan infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga Sabtu (8/8/2026), pembangunan jembatan box culvert dan oprit di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, telah mencapai tahap penyelesaian akhir dengan progres 95 persen.
Meski cuaca cukup terik, personel Satgas TMMD bersama warga desa tetap bahu-membahu menuntaskan penimbunan tanah urugan pada oprit jembatan. Menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan gerobak sorong yang dipadukan dengan alat berat, mereka meratakan material tanah dan pasir agar permukaan jalan menjadi kokoh dan menyatu sempurna dengan struktur jembatan.
Pembangunan oprit merupakan tahapan krusial dalam konstruksi jembatan. Oprit berfungsi sebagai penghubung vital antara badan jalan dengan struktur jembatan itu sendiri. Karena itu, penimbunan dan pemadatan harus dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas akses, mencegah terjadinya penurunan tanah, serta memastikan kendaraan dapat melintas dengan aman tanpa hambatan.
Koordinator Lapangan TMMD Ke-129, Kapten Czi Putut Aryanto, menegaskan bahwa meski pengerjaan telah mendekati tahap akhir, pihaknya tetap mengutamakan kualitas. “Progres sudah 95 persen. Kami terus mengebut penyelesaiannya, namun kecepatan tidak boleh mengabaikan kualitas. Keamanan dan kekuatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Kapten Czi Putut di lokasi.
Bagi warga Desa Lhok Panah, jembatan box culvert ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju kawasan pertanian yang setiap harinya digunakan warga untuk beraktivitas. Sebelumnya, kondisi akses yang kurang memadai sering menjadi kendala serius bagi petani, terutama saat musim panen tiba dan mereka harus mengangkut hasil bumi dalam jumlah besar.
Dengan adanya jembatan dan oprit yang lebih representatif, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Hal ini secara langsung akan memangkas hambatan distribusi hasil pertanian dari lahan menuju permukiman atau titik pengumpulan.
Kapten Czi Putut Aryanto juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Desa Lhok Panah atas semangat gotong royong yang mereka tunjukkan. Sinergi antara TNI dan masyarakat inilah yang menjadi motor penggerak percepatan pembangunan fisik selama program TMMD berlangsung.
“TMMD pada dasarnya adalah membangun bersama rakyat. Dukungan masyarakat adalah kekuatan terbesar kami di lapangan. Kami optimis dalam waktu dekat jembatan ini bisa segera dirampungkan dan langsung dimanfaatkan oleh warga,” pungkasnya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Lhok Panah, dengan memberikan akses transportasi yang lebih baik, memperlancar arus distribusi hasil tani, dan memperkuat infrastruktur dasar desa secara berkelanjutan.[]











