PIDIE JAYA – Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., melakukan pertemuan strategis dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Ahlul Udzri, di Ruang Vidcon Polres Pidie Jaya, Minggu (2/8/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memantapkan sinergi dalam menyukseskan program prioritas nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai pimpinan baru di Polres Pidie Jaya yang telah bertugas selama dua pekan, AKBP Tendri Wardi menegaskan komitmen penuh Polri dalam mengawal program strategis tersebut. Pengawasan tidak hanya menyasar pada aspek anggaran, tetapi juga pada standar kualitas dan keamanan pangan (food safety) yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa program ini harus dijalankan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Ia menginstruksikan agar tidak ada celah bagi penyalahgunaan anggaran maupun penurunan kualitas makanan.
“Kami berharap tidak ada penyalahgunaan anggaran maupun penurunan kualitas makanan. Jika ditemukan makanan yang tidak layak, jangan sekali-kali disalurkan kepada penerima manfaat. Mari kita kawal program ini agar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi gizi masyarakat,” tegas AKBP Tendri Wardi.
Korwil BGN Pidie Jaya, Muhammad Ahlul Udzri, memaparkan bahwa saat ini 19 dari 22 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya telah siap beroperasi. Saat ini, layanan telah menjangkau 53.574 porsi dari target total sasaran sebanyak 72.064 orang. Sisanya, saat ini sedang dalam proses pembenahan tata kelola berdasarkan hasil evaluasi BGN.
Pihak Polres Pidie Jaya, melalui Kasat Reskrim AKP Saiful Kamal, turut aktif melakukan pengecekan standar mutu di lapangan. Aspek yang diawasi meliputi kepemilikan sertifikat halal, sanitasi tempat pengolahan, pengelolaan limbah, hingga prosedur penyimpanan makanan. Polisi juga mendorong edukasi kepada penerima manfaat terkait batas waktu konsumsi makanan agar tetap terjaga nutrisinya.
Dalam diskusi tersebut, juga terungkap adanya kendala teknis terkait pengelolaan limbah di sejumlah SPPG akibat keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup. Sebagai solusi jangka pendek, Kapolres menyarankan pengelola SPPG untuk menyediakan sarana pengangkutan sampah mandiri sembari terus melakukan koordinasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten.
Pertemuan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus memperkuat koordinasi. Polres Pidie Jaya berkomitmen untuk terus mendampingi BGN guna memastikan setiap porsi makan bergizi yang disalurkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan mendukung upaya nasional dalam pencegahan stunting di Kabupaten Pidie Jaya.










