Takengon – Sekda Aceh Tengah Mursyid menegaskan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar masyarakat pascabencana. Ia meminta seluruh perangkat daerah kembali fokus pada fungsi utama pelayanan publik, dengan menjadikan masyarakat terdampak bencana sebagai prioritas utama.
“Pelayanan publik harus kembali aktif dan hadir di tengah masyarakat. Kita tidak boleh larut dalam suasana darurat, tetapi bergerak cepat menuju pemulihan,” ujar Mursyid saat memimpin apel ASN di Lapangan Setdakab Aceh Tengah, Senin pagi, 12 Januari 2026, dikutip dari Laman Pemkab Aceh Tengah.
Di apel tersebut, ia menyampaikan sepuluh poin utama arahan strategis, mulai dari percepatan pemulihan layanan dasar hingga monitoring dan evaluasi berkala.
Percepatan pemulihan layanan dasar, kata Mursyid, dengan memastikan kembali berfungsinya air bersih, listrik, layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.
Selain itu, penguatan koordinasi lintas sektor khususnya dalam pendataan dampak kebencanaan dan penanganan lanjutan.
Kemudian, prioritas pelayanan bagi masyarakat terdampak, melalui kemudahan, kecepatan, dan dispensasi layanan administrasi tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.
Mursyid juga meminta optimalisasi layanan kesehatan dan sosial, termasuk pengoperasian fasilitas kesehatan secara maksimal, layanan kesehatan keliling, dukungan psikososial, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Penataan kembali sarana dan prasarana publik, dengan melakukan inventarisasi serta perbaikan fasilitas umum secara bertahap dan terukur. Pemanfaatan teknologi informasi dan transparansi informasi kepada masyarakat, melalui penyampaian informasi yang terbuka dan akurat terkait kondisi pascabencana, progres pemulihan, serta mekanisme pelayanan publik,” ujarnya.
Mursyid meminta adanya penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, dengan menjadikan bencana sebagai pembelajaran untuk memperbaiki sistem peringatan dini, penataan ruang, dan kesiapan aparatur ke depan.
Peningkatan disiplin, kinerja, dan empati aparatur, dengan menekankan agar pelayanan kembali aktif, ramah, cepat, dan penuh empati kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah juga menjadi poin yang ia tekankan.
Terakhir, pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, melalui monitoring dan evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan publik agar proses pemulihan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Mursyid berharap seluruh ASN dan perangkat daerah menjalankan arahan tersebut dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan kepedulian sosial.
“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Di masa pemulihan ini, kehadiran kita sangat menentukan kepercayaan dan harapan rakyat.”[]











