SEANTERONEWS.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah pada paruh pertama perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Indeks komposit terpantau bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup merosot cukup tajam pada penutupan sesi pertama perdagangan tengah hari.
Sempat dibuka pada level 6.101 pagi ini, indeks komposit bergerak sangat fluktuatif di rentang batas bawah 5.993 hingga batas atas 6.171. Tekanan jual yang masif di pasar akhirnya memaksa IHSG terkoreksi signifikan sebesar -1,62% atau anjlok -99,133 basis poin, menempatkannya di posisi 6.002,200 pada saat jeda siang.
Dinamika pasar sepanjang sesi pertama menunjukkan dominasi sentimen negatif yang cukup kuat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 426 saham terpuruk di zona merah, berbanding terbalik dengan 201 saham yang mampu menguat, sementara sisanya bergerak stagnan.
Di tengah koreksi tajam ini, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan aktivitas perdagangan paling tinggi dengan perolehan nilai transaksi terbesar di pasar modal.
Rontoknya indeks pada siang ini dipicu oleh pelemahan yang melanda mayoritas sektor saham sektoral. Sektor bahan baku (IDXBASIC) menjadi beban terberat setelah ambles -3,45 persen, disusul oleh sektor energi (IDXENERGY) yang merosot -2,86 persen, serta sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang terpangkas -2,22 persen.
Sektor-sektor lainnya juga kompak melemah di sesi pertama ini. Sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) terpangkas -1,28 persen, sektor kesehatan (IDXHEALTH) minus -1,10 persen, dan sektor transportasi (IDXTRANS) melemah -1,00 persen.
Penurunan dengan persentase tipis juga melanda sektor barang konsumen non-siklikal (IDXNONCYC) sebesar -0,84 persen, sektor keuangan (IDXFINANCE) sebesar -0,83 persen, sektor properti (IDXPROPERT) sebesar -0,58 persen, serta sektor industri (IDXINDUST) yang turun -0,57 persen.
Di tengah pelemahan massal ini, sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya sektor yang berhasil selamat di zona hijau dengan mencetak kenaikan tipis sebesar 0,25 persen.
Kondisi serupa melanda seluruh indeks likuid dan tematik utama yang kompak tiarap pada penutupan sesi pertama hari ini. Indeks LQ45 terpangkas -1,45 persen menuju level 589,763, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) melemah cukup dalam sebesar -2,74 persen ke posisi 353,407.
Penurunan ini juga diikuti oleh indeks IDX30 yang menyusut -1,34 persen ke level 333,467, serta indeks MNC36 yang terpantau merosot -1,72 persen dan tertahan di level 258,939 pada tengah hari perdagangan.










