SEANTERONEWS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan komitmen penuh pemerintah untuk mendampingi seluruh proses pemulihan warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) lalu.
Saat ini, deretan tenda pengungsian darurat telah didirikan di sejumlah titik di Kabupaten Sigi untuk melindungi warga yang rumahnya mengalami kerusakan fisik. Langkah bertahan di posko pengungsian ini masih dipilih oleh sebagian warga demi menghindari risiko jatuhnya korban akibat frekuensi gempa bumi susulan yang masih terus dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana, semangat ketahanan sosial dan gotong royong warga di lokasi pengungsian tetap terlihat sangat kuat. Yansen, salah seorang warga Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, mengutarakan rasa terima kasihnya atas penyaluran fasilitas tenda keluarga dari BNPB.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya tenda bantuan dari BNPB ini. Dibandingkan hari-hari pertama pascakejadian di mana angin dingin malam sangat terasa menembus ke dalam, sekarang kondisi istirahat kami sekeluarga sudah jauh lebih nyaman,” ungkap Yansen saat berdialog langsung dengan Kepala BNPB.
Penyaluran Kebutuhan Dasar dan Fasilitas Ibadah Darurat
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian guna meninjau ketersediaan logistik serta menyerap secara langsung aspirasi dan kebutuhan mendesak para pengungsi di lapangan.
Selain memastikan penyaluran logistik dasar seperti bahan pangan (sembako), matras tidur, dan selimut berjalan dengan merata, pemerintah juga memfasilitasi pembangunan sarana ibadah darurat sementara bagi warga yang tempat ibadahnya mengalami kerusakan struktur akibat guncangan gempa.
Skema Dana Stimulan Perbaikan Hunian
Suharyanto menegaskan bahwa masa tinggal di tenda darurat ini hanyalah solusi sementara. Pemerintah telah merancang skema penyaluran dana stimulan guna membantu masyarakat membangun atau memperbaiki kembali hunian mereka agar layak huni.
Skema dana bantuan stimulan tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan fisik, dengan rincian sebagai berikut:
Rumah Rusak Ringan: Berhak mendapatkan dana stimulan sebesar Rp15 juta.
Rumah Rusak Sedang: Berhak mendapatkan dana stimulan sebesar Rp30 juta.
Rumah Rusak Berat: Berhak mendapatkan dana stimulan sebesar Rp60 juta.
Khusus untuk kategori rumah yang mengalami kerusakan berat, BNPB juga memfasilitasi penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang ditujukan sebagai biaya sewa hunian sementara bagi keluarga terdampak selama proses pembangunan hunian tetap diselesaikan.
Langkah penanganan tanggap darurat pascaguncangan gempa di Kabupaten Sigi ini berjalan dengan lancar berkat kolaborasi aktif dari berbagai elemen, mulai dari prajurit TNI, personel Polri, relawan kemanusiaan, jajaran kedinasan pemerintah daerah, hingga peran serta aktif swadaya masyarakat sekitar. Sinergi gotong royong ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan psikososial dan ekonomi warga terdampak secara berkelanjutan.[]










