BREAKING

NASIONAL

Paska-Demonstrasi di Senayan, Pimpinan DPR RI Gelar Dialog dan Terima Aspirasi Mahasiswa

Pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan mahasiswa dari Trisakti, Esa Unggul, Mercu Buana, dan HMI untuk mendengarkan langsung tiga tuntutan utama.

SEANTERONEWS.com – Jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menerima kunjungan audiensi dari puluhan perwakilan mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut dilangsungkan menyusul aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa di depan gerbang gedung parlemen.

Dialog formal tersebut diselenggarakan di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, dengan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad serta Saan Mustopa. Sebelum diskusi dimulai, Saan Mustopa menegaskan bahwa parlemen memiliki komitmen penuh untuk mendengarkan serta menyerap secara langsung seluruh poin aspirasi yang dibawa oleh delegasi mahasiswa.

Berdasarkan data kehadiran, terdapat lebih dari 50 perwakilan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka merupakan utusan dari berbagai elemen akademis serta organisasi kemahasiswaan, antara lain Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Rombongan delegasi ini memasuki kompleks parlemen pada sore hari dengan mendapatkan pengawalan dari petugas keamanan setempat. Selain jajaran pimpinan DPR RI, pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota legislatif lainnya, seperti Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Wakil Ketua Komisi III Rano Alfath.

Dalam kesempatan tatap muka tersebut, perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti menyampaikan pernyataan sikap yang memuat tiga tuntutan utama, yang mereka sebut sebagai “Tritura Trisakti”.

Poin tuntutan pertama mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memulihkan kondisi perekonomian nasional. Tuntutan ini mencakup pengendalian harga bahan pangan pokok yang kian memberatkan masyarakat serta penghentian segala bentuk pemborosan terhadap anggaran belanja negara.

Tuntutan kedua berfokus pada permintaan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat publik serta berbagai program kerja kementerian dan lembaga pemerintah yang dinilai tidak efektif atau bermasalah di lapangan.

Sementara itu, pada poin ketiga, mahasiswa menekankan pentingnya menjaga penegakan supremasi sipil secara murni. Mahasiswa secara tegas menyatakan penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) tentang Kepolisian, serta menuntut penghentian pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) yang dirasa merugikan hak-hak rakyat kecil di daerah.

Pertemuan audiensi ini berjalan dengan tertib dan kondusif, menyediakan wadah dialog formal yang konstruktif bagi para mahasiswa untuk mengelaborasi berbagai poin tuntutan yang sebelumnya telah mereka suarakan di jalanan.

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts