SEANTERONEWS.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menaruh harapan besar agar Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 mampu terus berdiri sebagai pilar penyangga yang kokoh bagi kejayaan Partai Golkar. Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-5 Kosgoro 1957 di Hotel Merlynn Park, Jakarta, pada Jumat malam (5/6/2026).
Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM menilai Kosgoro memiliki nilai tawar yang sangat krusial dalam peta politik partai pohon beringin. Organisasi kemasyarakatan ini membawahi dua pilar utama yang sangat mendasar bagi kemajuan partai ke depan, yakni sektor ekonomi dan pendidikan.
Di hadapan ratusan kader yang hadir, Bahlil memaparkan pandangannya mengenai esensi kekuatan partai politik modern. Menurutnya, partai yang kuat harus ditopang oleh perpaduan antara kapasitas intelektual dan ketahanan logistik yang solid.
“Kemampuan berpikir tanpa didukung kesiapan logistik akan menghadapi hambatan nyata. Sebaliknya, logistik melimpah tanpa disertai kecerdasan juga akan sia-sia,” ungkap Bahlil.
Ia memuji Kosgoro sebagai organisasi sayap pendiri Golkar yang dinilai sukses menyatukan kedua aspek tersebut. Karakteristik unik ini yang membuat peran Kosgoro sangat diperhitungkan di lingkungan partai.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan urgensi reposisi hubungan antara induk partai dengan organisasi sayapnya. Kosgoro diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi dinamo penggerak yang memberikan nilai tambah yang produktif, alih-alih menjadi beban bagi partai.
Dalam hal pembinaan sumber daya manusia, Bahlil menitipkan pesan mendalam kepada jajaran pengurus Kosgoro. Ia mendesak agar proses kaderisasi di internal organisasi diperketat sehingga melahirkan kader yang tangguh dan siap pakai.
“Organisasi sayap ini harus menjadi kawah candradimuka, tempat menempa mentalitas, karakter, serta kapasitas para kader. Jadi, ketika diusulkan masuk ke jajaran kepengurusan partai, mereka adalah kader yang sudah matang dan siap kerja, bukan lagi kader yang baru mulai belajar,” tegasnya.
Bahlil juga memberikan pesan kebersamaan terkait kontestasi pemilihan Ketua Umum Kosgoro 1957 yang memunculkan dua nama kandidat, yaitu Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar. Ia mendorong agar persaingan internal tersebut dihadapi dengan kepala dingin dan kedewasaan politik.
“Filosofinya adalah bertanding untuk kemudian bersanding kembali. Tidak ada struktur organisasi yang tangguh tanpa adanya soliditas kerja sama dan kolaborasi yang sehat di dalamnya,” imbuh Bahlil.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran serta kesediaan Ketua Umum Partai Golkar untuk membuka jalannya musyawarah secara resmi.
Dave membenarkan bahwa Mubes kali ini telah memunculkan dua sosok kandidat potensial, yakni Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar, yang siap memimpin estafet kepemimpinan Kosgoro ke depan.
Ia pun sepakat bahwa momentum Mubes ke-5 ini harus dijadikan titik balik krusial dalam membenahi arah pergerakan organisasi.
“Pola kaderisasi di tubuh Kosgoro 1957 ke depan harus berjalan secara terarah dan terukur dengan mengacu pada nilai-nilai sejarah perjuangan organisasi. Kami berkomitmen menjadikan wadah ini sebagai tempat pembentukan kader berkualitas tinggi yang siap memperkuat barisan Partai Golkar,” tutup Dave.[]










