TAPAKTUAN – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh memastikan percepatan infrastruktur kesehatan di wilayah Barat Selatan terus berjalan. Pada Tahun Anggaran 2026, proyek pengembangan Rumah Sakit (RS) Rujukan Regional dr. Yulidin Away yang berlokasi di Tapaktuan, Aceh Selatan, kembali mendapat alokasi dana segar guna merampungkan fasilitas medis tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Rencana Umum Pengadaan (RUP), proyek ini terdaftar dengan kode paket 66363090. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memeratakan akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat di luar pusat ibu kota provinsi.
Untuk fase lanjutan ini, Pemerintah Aceh telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp13.801.851.250. Dana jumbo tersebut bersumber dari APBD Aceh tahun 2026. Mengingat kompleksitas dan skala bangunan, pengerjaan konstruksi gedung ini akan dilakukan melalui mekanisme tender terbuka.
Menariknya, proyek ini tidak dikategorikan untuk usaha kecil atau UMKM. Hal ini dikarenakan klasifikasi pengerjaan yang menuntut kompetensi teknis tinggi serta klasifikasi usaha menengah ke atas guna menjamin kualitas struktur bangunan rumah sakit rujukan.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini merujuk pada standar ketat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Spesifikasi teknis pengerjaan mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2022 mengenai pedoman penyusunan biaya konstruksi.
Selain itu, selaras dengan semangat kemandirian industri nasional, kontraktor pemenang diwajibkan mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri (TKDN). Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi berganda bagi industri lokal di sektor konstruksi.
Secara administratif, paket pekerjaan ini telah diumumkan secara resmi pada 2 April 2026. Tahapan krusial berikutnya adalah proses pemilihan penyedia jasa atau kontraktor yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Jika seluruh proses berjalan lancar, pengerjaan fisik diharapkan dapat segera dimulai pasca penandatanganan kontrak.
Keberadaan RS Rujukan Regional dr. Yulidin Away memiliki peran strategis. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat penanganan medis utama bagi masyarakat Aceh Selatan serta kabupaten tetangga lainnya.
Dengan rampungnya pembangunan gedung lanjutan ini, kapasitas tampung dan jenis layanan medis rujukan diharapkan semakin meningkat. Hal ini bertujuan agar pasien dengan kasus medis tertentu tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh, sehingga penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efisien di wilayah Barat Selatan Aceh.[]









