ACEH BARAT – Komando Resor Militer (Korem) 012/Teuku Umar kembali menyelenggarakan Upacara Bendera Bulanan sebagai bentuk internalisasi kedisiplinan dan jiwa patriotisme prajurit. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lapangan Makorem, Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Senin (18/5/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Korem (Danrem) 012/TU, Kolonel Inf Windarto, S.Sos., M.M., memimpin jalannya prosesi yang diikuti oleh seluruh jajaran perwira, bintara, tamtama, hingga PNS TNI. Sementara itu, posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Pasiharjasa Denbekang IM/1.B Meulaboh, Kapten Cba Agus.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, disusul pembacaan naskah UUD 1945, pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta Panca Prasetya Korpri oleh personel yang ditunjuk.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Windarto membacakan amanat tertulis dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Poin utama yang disoroti adalah dinamika geopolitik global yang belum stabil akibat konflik bersenjata di berbagai belahan dunia. Kondisi ini memicu tekanan besar terhadap pasokan energi global dan stabilitas ekonomi nasional.
Namun, di tengah ancaman krisis tersebut, Indonesia menunjukkan performa yang impresif. Berdasarkan data global, Indonesia menduduki peringkat kedua dari 52 negara konsumen energi terbesar dalam hal ketahanan menghadapi krisis energi. Prestasi ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh aparatur negara untuk terus menjaga stabilitas dalam negeri.
Selain masalah energi, amanat Kasad juga memberikan peringatan dini terkait ancaman fenomena alam. Para prajurit diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap prediksi kemarau panjang dan kekeringan ekstrem yang diperkirakan akan melanda pada Juni 2026 mendatang.
“Ancaman kekeringan ini bukan sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan ujian bagi ketahanan nasional kita. Dampaknya bisa meluas pada sektor pangan hingga stabilitas keamanan,” tegas Danrem saat membacakan amanat tersebut.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, TNI AD ditegaskan telah mengambil langkah-langkah terobosan yang proaktif. Sejak jauh hari, optimalisasi sumber daya nasional telah dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi wilayah.
Korem 012/Teuku Umar sebagai bagian dari kekuatan TNI AD di wilayah barat selatan Aceh, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memitigasi dampak krisis energi maupun bencana alam. Upacara bulanan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan kesiapan operasional prajurit di lapangan dalam menghadapi dinamika nasional yang kian kompleks.[]









