BREAKING

POLITIK

Menhub Sakit, DPR Tunda Rapat Evaluasi Kecelakaan Kereta Api

Komisi V DPR RI menunda rapat kerja terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur karena Menhub Dudy Purwagandhi sakit. Rapat dijadwalkan ulang menunggu hasil KNKT.

SEANTERONEWS.com – Komisi V DPR RI secara resmi memutuskan untuk menunda Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sedianya membahas evaluasi mendalam terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur serta sejumlah kecelakaan perkeretaapian lainnya di Indonesia.

Penundaan ini dipicu oleh absennya Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, yang dilaporkan tengah dalam kondisi sakit. Sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) DPR RI, kehadiran menteri dalam rapat kerja alat kelengkapan dewan bersifat krusial dan menjadi syarat utama keberlanjutan rapat guna pengambilan keputusan strategis.

Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada meja pimpinan Komisi V, Menhub Dudy Purwagandhi memohon agar agenda pembahasan ini dijadwalkan kembali. Selain faktor kesehatan menteri, penundaan ini juga dipandang tepat karena saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih dalam proses investigasi.

“Kehadiran Menteri Perhubungan adalah bagian yang tidak terpisahkan. Mayoritas anggota menyetujui usulan penjadwalan ulang ini, mengingat hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi dari KNKT terhadap rentetan kecelakaan ini,” ujar Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat memimpin sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/5/2026).

Di tengah suasana rapat yang harus berakhir lebih cepat, Lasarus mewakili seluruh jajaran Komisi V menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah transportasi yang terjadi belakangan ini, termasuk kecelakaan bus di Sumatera Selatan.

Sebagai bentuk penghormatan, Lasarus mengajak seluruh mitra kerja yang hadir untuk mengheningkan cipta sejenak. “Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan bagi korban yang masih dalam masa pemulihan dapat segera diberikan kesembuhan,” tuturnya dengan nada khidmat.

Meski rapat tidak dapat dilanjutkan ke agenda inti, sejumlah pejabat tinggi tetap hadir di ruang rapat, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, serta perwakilan dari Korlantas Polri.

Lasarus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut kepada para mitra kerja yang telah meluangkan waktu hadir di Senayan.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya karena rapat ini belum bisa dilanjutkan hari ini. Terima kasih atas kehadirannya di ruang rapat Komisi V,” pungkas Lasarus sembari mengetuk palu tanda rapat ditutup secara resmi.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts