Selama puluhan tahun, publik meyakini bahwa ikatan historis yang kuat menjadikan Belanda sebagai penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar dari Benua Biru ke Indonesia. Namun, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2025 mematahkan anggapan tersebut. Secara mengejutkan, panggung utama pariwisata Eropa kini resmi dikuasai oleh wisatawan asal Inggris.
Berdasarkan catatan setahun penuh, wisatawan asal United Kingdom (UK) menempati urutan pertama dari wilayah Eropa dengan total 412.902 kunjungan. Angka ini cukup jauh meninggalkan Prancis di posisi kedua dengan 367.904 kunjungan. Sementara itu, Belanda harus puas tergeser ke peringkat keempat dengan total 251.941 kunjungan.
Agustus: Puncak Gairah Summer Holiday
Analisis tren bulanan menunjukkan bahwa bulan Agustus 2025 menjadi periode emas kedatangan turis Eropa ke Nusantara. Fenomena ini didorong oleh siklus libur musim panas (summer holiday) di belahan bumi utara.
Lonjakan paling drastis terlihat pada profil wisatawan asal Prancis dan Italia:
Prancis: Meningkat tajam dari 30 ribu kunjungan di Juni menjadi 57 ribu di Agustus.
Italia: Mencatatkan pertumbuhan eksplosif, dari rata-rata 5.000 kunjungan di awal tahun melesat hingga 45.846 kunjungan pada puncaknya di bulan Agustus.
Destinasi di kawasan Sunda Kecil mencakup Bali, NTB, dan NTT tetap menjadi magnet utama bagi para pelancong ini untuk mencari matahari tropis saat wilayah mereka memasuki puncak musim panas.
Karakteristik Unik Turis Inggris dan Rusia
Berbeda dengan pola musiman turis Italia atau Prancis yang fluktuatif, turis asal Inggris menunjukkan tingkat loyalitas dan stabilitas yang luar biasa. Sepanjang tahun, angka kunjungan mereka konsisten berada di kisaran 30-40 ribu per bulan tanpa terpengaruh perubahan musim di negara asalnya.
Di sisi lain, Rusia mencatatkan total 219.162 kunjungan dengan pola yang kontras. Puncak kedatangan mereka terjadi pada Januari dan Desember. Bagi warga Rusia, Indonesia merupakan destinasi “pelarian” utama untuk menghindari musim dingin ekstrem di negaranya.
Potensi Baru dari Eropa Timur dan Skandinavia
Selain negara-negara besar, BPS juga menyoroti geliat pasar baru dari wilayah Eropa Timur dan Skandinavia:
Polandia: Menunjukkan potensi besar dengan total 68 ribu kunjungan.
Skandinavia (Denmark & Swedia): Konsisten mengirimkan ribuan turis setiap bulan.
Meskipun secara angka keseluruhan belum sebesar Inggris, wisman dari wilayah ini memiliki karakteristik long-stay guest atau durasi tinggal yang cenderung lebih lama. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi sektor akomodasi butik dan pemberdayaan UMKM lokal di destinasi wisata non-mainstream.[]










