Teka-teki kematian tragis dr. Shanti Astuti di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, mulai menemukan titik terang. Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, menyatakan optimisme tinggi bahwa pelaku di balik pembunuhan sadis tersebut akan segera diringkus dalam waktu dekat.
Dalam keterangan resminya pada Senin (23/3/2026), AKBP Hyrowo menegaskan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polres Gayo Lues yang diperkuat oleh personel Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh tengah bekerja ekstra keras di lapangan.
“Kami telah menerjunkan tim terbaik untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Insya Allah, dalam waktu 2×24 jam ke depan, kasus ini akan segera terungkap secara terang benderang,” ujar Kapolres Hyrowo di hadapan awak media.
Pengejaran Intensif dan Langkah Taktis
Sejak penemuan jasad pada Sabtu lalu, penyidik telah melakukan serangkaian langkah strategis, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang hingga pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi kunci. Kehadiran tim Jatanras Polda Aceh menjadi suntikan kekuatan penting, mengingat rekam jejak mereka dalam menangani kasus kriminal berskala besar di wilayah Aceh.
Saat ini, petugas dilaporkan tengah melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga kuat terlibat dalam aksi keji tersebut. “Tim sedang bergerak di lapangan. Kami sudah mengantongi beberapa petunjuk krusial dari barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” tambahnya.
Mengingat Kembali Temuan Jasad
Kasus ini menyedot perhatian publik setelah jasad dr. Shanti Astuti ditemukan oleh adik kandungnya, Norman, dalam kondisi memprihatinkan di lantai dua rumahnya. Kecurigaan Norman bermula dari sebuah paket kiriman yang tergeletak tak bertuan di tangga rumah selama tiga hari berturut-turut.
Korban, yang merupakan dokter umum di Puskesmas Uring, ditemukan di dalam kamar yang terkunci dari luar. Berdasarkan hasil autopsi awal, dr. Shanti diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan, merujuk pada kondisi fisik jasad yang sudah mulai mengalami dekomposisi.
Jaminan Keamanan bagi Saksi
Guna mempercepat proses pengungkapan, Kapolres Hyrowo mengimbau warga Desa Raklunung dan sekitarnya untuk tidak ragu memberikan informasi sekecil apa pun kepada pihak kepolisian. Ia menjamin kerahasiaan identitas serta keamanan bagi siapa saja yang bersedia membantu penyelidikan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar. Percayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada kami. Jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah korban dalam sepekan terakhir, segera laporkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih terpasang ketat di kediaman almarhumah guna menjaga sterilitas TKP selagi pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan secara masif.[]









