SIGLI – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., turun langsung menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis (21/5/2026).
Penyerahan bantuan secara simbolis ini dipusatkan di Desa (Gampong) Lampoh Krueng. Langkah ini merupakan respons cepat pihak kepolisian atas musibah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (20/5/2026) kemarin, yang mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Dalam kunjungan kemanusiaan ini, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kabag Log Polres Pidie Kompol Pitriadi, S.H., Kapolsek Kota Sigli AKP Junaidi Akbar, S.S.E., serta Wakapolsek Iptu Hermansyah. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Keuchik Gampong Lampoh Krueng, Alaudin, dan Keuchik Gampong Meunasah Peukan, Hj. Yusri, beserta perangkat gampong lainnya.
Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan representasi dari kehadiran Polri untuk meringankan beban masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
“Penyaluran bantuan ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami dari Polres Pidie. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang rumahnya terdampak puting beliung. Polri akan selalu hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar AKBP Jaka Mulyana.
Adapun warga yang menerima bantuan sosial tersebut di antaranya adalah Raihan (39), seorang buruh harian lepas asal Gampong Lampoh Krueng. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada warga Gampong Meunasah Peukan, yakni Azhari Mansur (61) yang merupakan seorang pensiunan, serta Fauzan (52) yang berprofesi sebagai PNS.
Selain menyerahkan paket bantuan, Kapolres juga menyempatkan diri berdialog dengan para korban untuk menyuntikkan semangat moral. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Polres Pidie memastikan akan terus melakukan monitoring dan koordinasi intensif guna mengantisipasi dampak lanjutan pascabencana. Kami juga mengimbau aparat desa agar segera melapor ke pihak kepolisian jika terjadi situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan harapan agar pemulihan kondisi fisik bangunan milik warga yang rusak dapat segera dilakukan secara bergotong royong melalui koordinasi antar-instansi terkait di Kabupaten Pidie.[]









