Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan peninjauan strategis ke kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Sumatra Barat, Selasa (24/3/2026). Dalam kunjungannya, Menbud menegaskan komitmen pemerintah untuk mengaktivasi situs bersejarah tersebut menjadi ruang ekspresi seni, budaya, sekaligus pusat edukasi industri nasional.
Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua; ia merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Keberadaannya telah diakui secara internasional dalam Memory of the World Committee for Asia and Pacific oleh UNESCO, serta ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Revitalisasi Menjadi Ruang Kreatif Publik
Menbud Fadli Zon melihat potensi besar dalam struktur megah Indarung I untuk diubah menjadi wadah kreativitas modern tanpa menghilangkan nilai historisnya. Ia mengusulkan agar titik-titik penting di kawasan tersebut dikembangkan menjadi fasilitas publik yang dinamis.
“Kawasan ini sangat kuat secara narasi dan visual. Kita bisa memanfaatkannya sebagai amphitheater, ruang pameran, hingga pertunjukan teater. Bangunan cagar budaya ini harus kita aktivasi menjadi sebuah art space atau ruang ekspresi seni,” jelas Fadli Zon di sela-sela peninjauannya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perbaikan
Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, Menbud mencatat adanya kebutuhan intervensi fisik di beberapa titik kawasan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Ia menekankan bahwa pelestarian ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat.
Dibutuhkan sinergi kuat antara:
Pemerintah Pusat & Daerah: Dalam hal regulasi dan pendanaan pelestarian.
PT Semen Padang: Sebagai pengelola utama kawasan.
Komunitas Budaya: Sebagai pengisi konten dan aktivasi ruang seni.
Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, beserta jajaran direksi dan Komisaris Resiya Syafri, turut hadir mendampingi kunjungan tersebut, menunjukkan kesiapan korporasi dalam mendukung visi kementerian.
Simbol Kemandirian dan Inovasi Bangsa
Pengembangan Indarung I diharapkan mampu menjadi model pengelolaan situs industri bersejarah di Indonesia. UNESCO mengakui arsip pabrik ini karena jejak inovasi teknologinya yang menjadi tonggak industrialisasi di kawasan Asia Pasifik.
“Lokasi ini sudah sangat baik. Saya yakin ini bisa menjadi tambahan ruang berekspresi yang ikonik, apalagi Indarung I sudah menyandang status cagar budaya. Ini adalah simbol kemandirian bangsa yang harus kita wariskan narasinya kepada generasi muda,” pungkas Fadli Zon.
Dengan langkah aktivasi ini, Kementerian Kebudayaan berupaya menghidupkan kembali “monumen industri” tersebut agar tidak hanya menjadi saksi bisu masa lalu, tetapi menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan yang hidup bagi masyarakat luas.[]









