Langkah mengejutkan diambil oleh raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Belum genap tiga bulan sejak peluncuran perdananya, Samsung resmi mengonfirmasi akan segera menghentikan penjualan ponsel lipat tiga inovatif mereka, Galaxy Z TriFold.
Keputusan ini dikonfirmasi oleh juru bicara Samsung kepada Bloomberg, yang menyatakan bahwa perusahaan hanya akan menghabiskan sisa stok yang ada di pasar domestik (Korea Selatan) dan Amerika Serikat, tanpa ada rencana untuk memproduksi unit tambahan.
Strategi Eksperimen di Balik Harga $2.899
Galaxy Z TriFold pertama kali menyapa konsumen AS pada akhir Januari 2026 dengan harga fantastis, yakni $2.899 (sekitar Rp45 juta). Analis industri menilai bahwa Samsung sejak awal tidak menargetkan perangkat ini sebagai produk massal yang mengejar angka penjualan tinggi.
Sebaliknya, ponsel ini lebih merupakan “etalase teknologi” untuk menunjukkan dominasi Samsung dalam inovasi layar lipat tiga (triple-folding). Laporan dari media Korea, Donga, sebelumnya sempat membocorkan rencana penghentian produksi ini sebelum akhirnya dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Samsung.
Stok Gaib: Hanya Tersedia di Toko Fisik Tertentu
Saat ini, situs resmi Samsung di Amerika Serikat telah mencantumkan status out of stock. Bagi konsumen yang masih mengincar perangkat langka ini, satu-satunya cara adalah mencarinya di toko fisik Samsung Experience Store.
Beberapa unit dilaporkan masih tersedia dalam jumlah sangat terbatas di tujuh lokasi di AS, termasuk di Texas, New York, California, Minnesota, dan Houston. Namun, pihak Samsung menyarankan calon pembeli untuk menghubungi toko terlebih dahulu karena stok diperkirakan akan habis dalam hitungan hari.
Fokus pada Generasi Z Fold 8 dan Isu Profitabilitas
Penghentian mendadak ini memicu spekulasi mengenai fokus masa depan Samsung. Perusahaan kini tengah bersiap menghadapi peluncuran Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 yang diprediksi rilis pada Juli mendatang. Rumor lain menyebutkan adanya lini baru ponsel lipat dengan desain menyerupai buku yang lebih lebar.
Di sisi lain, divisi seluler Samsung dilaporkan sedang berada dalam tekanan besar. Meski seri Galaxy S26 sukses di pasaran, lonjakan biaya komponen secara global telah menggerus profitabilitas perusahaan. Melansir FNNews, Samsung bahkan dikabarkan telah menetapkan status “manajemen darurat” untuk divisi selulernya guna merespons kenaikan biaya produksi yang tak terkendali.
Langkah penghentian Galaxy Z TriFold ini dianggap sebagai bagian dari efisiensi perusahaan untuk menjaga margin keuntungan di tengah ketidakpastian ekonomi industri komponen global.










