Kehadiran MacBook Neo dengan harga agresif mulai dari 599 USD (sekitar 9,4 juta Rupiah) memicu alarm di seluruh ekosistem PC Windows. Co-CEO Asus, S.Y. Hsu, mengakui bahwa langkah berani Apple merambah pasar perangkat murah merupakan sebuah “kejutan besar” yang memaksa para pemain utama industri untuk segera merumuskan strategi respons.
Dalam panggilan pendapatan pada hari Selasa (10/3/2026), Hsu menyatakan bahwa produk ini mengubah peta persaingan yang selama ini menempatkan Apple sebagai merek premium eksklusif.
Menurut Hsu, ancaman MacBook Neo ditanggapi dengan sangat serius oleh raksasa teknologi seperti Microsoft, Intel, dan AMD. Diskusi intensif kini tengah berlangsung di seluruh ekosistem PC untuk mencari cara menandingi produk yang rumornya telah beredar selama setahun terakhir tersebut.
“Secara historis, posisi harga Apple selalu tinggi. Jadi, ketika mereka merilis produk yang sangat ramah anggaran, ini jelas merupakan guncangan bagi seluruh industri,” ujar Hsu dalam komentarnya yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin.
Meskipun mengakui ancaman kompetitifnya, Hsu memberikan catatan kritis mengenai spesifikasi MacBook Neo. Ia menyoroti penggunaan unified memory sebesar 8GB yang tidak dapat ditingkatkan (non-upgradeable) oleh pengguna.
Hsu menilai MacBook Neo lebih cenderung sebagai perangkat “konsumsi konten” yang fungsinya menyerupai iPad, ketimbang laptop arus utama yang mampu menangani tugas komputasi berat. “Ini berbeda dengan penggunaan notebook mainstream yang bisa menangani beban kerja lebih intensif,” tambahnya.
Namun, penilaian pasar tampaknya berkata lain. Dalam ulasan terbaru, PCMag memberikan skor “Outstanding” bagi MacBook Neo, memuji kecepatannya untuk tugas harian dan kemampuan gaming ringan. Antusiasme publik pun terlihat jelas; prapesan yang dibuka minggu lalu menunjukkan waktu pengiriman yang sudah molor hingga beberapa minggu ke depan menjelang peluncuran resmi pada 11 Maret 2026.
Di tengah tekanan dari Apple, industri PC Windows juga harus menghadapi badai ekonomi berupa kenaikan harga komponen. Lonjakan permintaan teknologi AI telah menyebabkan kelangkaan memori global yang mendorong kenaikan harga hingga lebih dari 100% secara kuartalan.
Asus memperingatkan bahwa jika stok memori mereka habis, perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian harga jual produk di pasar. Krisis pasokan memori ini diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir 2027, saat fasilitas pabrik memori baru mulai beroperasi secara penuh.
“Bagaimana dampak besar MacBook Neo terhadap industri PC masih membutuhkan waktu untuk diobservasi. Tentu saja, ekosistem Windows akan terus meluncurkan produk untuk bersaing dengan Apple,” tutup Hsu optimis.[]











