NASIONAL

Kemenag & British Council Cetak Guru Madrasah Go Global

Kemenag dan British Council sukses tuntaskan pelatihan Bahasa Inggris untuk 613 guru madrasah. Langkah nyata tingkatkan daya saing internasional siswa.

JAKARTA – Kementerian Agama RI (Kemenag) bersama British Council sukses merampungkan program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru Bahasa Inggris madrasah. Program yang berlangsung selama delapan minggu ini ditutup dengan lokakarya tatap muka di Jakarta pada akhir Februari 2026.

Kolaborasi strategis ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah konkret untuk memperkuat pilar pendidikan dalam kemitraan internasional antara Indonesia dan Inggris.

Dukung Visi Presiden dan Kemitraan Strategis

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari agenda prioritas Kemenag. Selain itu, program ini menjadi penyokong kesepakatan Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026.

“Guru madrasah memiliki peran ganda; membentuk fondasi agama yang kuat sekaligus membuka gerbang akses siswa menuju pendidikan tinggi dan jejaring global,” ujar Menag Nasaruddin di Jakarta.

Pendekatan Berbasis Data untuk 41 Ribu Guru

Berdasarkan data Kemenag, Indonesia memiliki potensi besar dengan 41.833 guru madrasah. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bersama British Council mengawali program ini dengan pemetaan kompetensi yang mendalam.

Summer Xia, Country Director British Council Indonesia, menjelaskan bahwa sebanyak 613 guru dari hampir seluruh provinsi telah menuntaskan program percontohan ini.

Format Pelatihan: Dilakukan secara daring terstruktur dengan dukungan penuh e-moderator.

Sesi Langsung: Pertemuan mingguan untuk memastikan kualitas pengembangan profesional tetap terjaga meski dilakukan jarak jauh.

Objektivitas: Menggunakan data riil di lapangan untuk menentukan kebijakan pengembangan guru di masa depan.

Dampak Nyata di Ruang Kelas: Dikte ke Interaksi

Setelah delapan minggu, perubahan signifikan mulai dirasakan di ruang-ruang kelas. Metode mengajar yang awalnya bersifat satu arah kini berubah menjadi lebih berpusat pada siswa (student-centered).

Ni’matus Zahroh, guru dari MTsN 15 Jombang, mengungkapkan bahwa program ini memberikan kepercayaan diri baru. “Kami kini bisa memberikan pengajaran yang lebih menyenangkan, yang tidak hanya mengasah otak tapi juga menjaga iman siswa,” tuturnya.

Fondasi untuk Ekspansi Nasional

Meskipun baru menjangkau 613 guru, keberhasilan pilot project ini menjadi fondasi kuat untuk ekspansi nasional secara bertahap. British Council berkomitmen untuk memastikan solusi ini berkelanjutan dalam jangka panjang melalui transfer pengetahuan yang cepat.

Dengan guru-guru yang mahir berbahasa Inggris dan adaptif terhadap dinamika pendidikan internasional, madrasah di Indonesia kini siap mencetak lulusan yang mampu bersaing di universitas terbaik dunia dan kancah profesional global.

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts