BREAKING

INTERNASIONAL

Korea Selatan Desak Coupang Benahi Celah Keamanan Data

Pemerintah Korea Selatan resmi tegur Coupang terkait celah keamanan data. Simak detail investigasi dan langkah yang harus diambil raksasa e-commerce ini.

SEANTERONEWS.com – Otoritas perlindungan data di Korea Selatan mengeluarkan peringatan keras kepada raksasa e-commerce Coupang. Dalam laporan terbaru pada Selasa (10/2/2026), pemerintah mendesak perusahaan tersebut untuk segera menutup celah keamanan (security loopholes) setelah dilakukannya investigasi mendalam terkait insiden kebocoran data pengguna yang sempat terjadi.

Tindakan tegas ini diambil guna memastikan perlindungan konsumen di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat, di mana data pribadi menjadi aset yang sangat rentan terhadap serangan siber.

Temuan Investigasi: Celah di Sistem Internal

Berdasarkan hasil investigasi dari Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC) Korea Selatan, ditemukan beberapa titik lemah dalam infrastruktur digital Coupang:

Manajemen Akses yang Longgar: Ditemukan adanya otorisasi akses yang tidak memadai pada beberapa basis data pelanggan, yang berpotensi memicu akses tidak sah.

Protokol Enkripsi: Otoritas menilai enkripsi data sensitif perlu ditingkatkan untuk menghadapi teknik peretasan modern yang semakin canggih.

Deteksi Dini: Sistem peringatan dini Coupang dinilai kurang responsif dalam mengidentifikasi aktivitas anomali pada akun pengguna secara real-time.

Langkah Tegas Pemerintah Korea Selatan

Pemerintah Korsel memberikan instruksi khusus kepada Coupang untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Langkah-langkah yang diwajibkan meliputi:

Audit Keamanan Independen: Coupang harus menunjuk firma keamanan siber pihak ketiga untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh ekosistem aplikasinya.

Peningkatan Infrastruktur: Perusahaan diminta mengalokasikan investasi lebih besar untuk memperkuat tembok api (firewall) dan sistem keamanan berlapis.

Laporan Berkala: Coupang wajib memberikan laporan kemajuan perbaikan keamanan kepada otoritas terkait secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang privasi data nasional.

Dampak bagi Reputasi dan Pasar

Sebagai salah satu pemain e-commerce terbesar di Asia, tekanan dari pemerintah ini menjadi ujian berat bagi reputasi Coupang. Kepercayaan konsumen adalah fondasi utama dalam bisnis ritel daring. Insiden kebocoran data bukan hanya mengancam privasi individu, tetapi juga dapat memicu migrasi pengguna ke platform pesaing jika tidak ditangani dengan transparan.

Seorang analis pasar di Seoul menyatakan, “Tindakan pemerintah ini adalah sinyal bagi semua perusahaan teknologi besar bahwa kepatuhan terhadap keamanan data tidak bisa ditawar lagi di tahun 2026.”

Tanggapan Resmi Coupang

Menanggapi tekanan tersebut, pihak Coupang menyatakan komitmennya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah. Perusahaan berjanji akan mengimplementasikan teknologi keamanan terbaru guna memastikan seluruh data pelanggan terlindungi dengan standar tertinggi.

“Kami memprioritaskan privasi pelanggan di atas segalanya dan akan terus memperkuat sistem pertahanan siber kami guna mencegah insiden serupa di masa depan,” ungkap juru bicara Coupang dalam pernyataan resminya.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts