BANDA ACEH – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Aceh mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Wakil Gubernur Aceh memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana tingkat provinsi pada Selasa (10/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wagub menekankan agar seluruh pemerintah Kabupaten/Kota tidak hanya fokus pada mitigasi bencana fisik, tetapi juga kesiapan pangan dan stabilitas wilayah menyambut bulan puasa.
Koordinasi lintas sektor ini sangat krusial mengingat dinamika cuaca dan kebutuhan logistik yang biasanya meningkat drastis menjelang Ramadhan.
Instruksi Wagub: Mitigasi Bencana adalah Prioritas
Aceh sebagai wilayah yang memiliki kerawanan bencana alam tinggi menuntut kesiapsiagaan yang tidak boleh kendor. Wagub meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap wilayah untuk:
Pemetaan Zona Merah: Memperbarui data wilayah rawan banjir dan tanah longsor, terutama di jalur mudik dan distribusi pangan.
Pengecekan Logistik: Memastikan cadangan pangan dan peralatan darurat dalam kondisi siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi bencana di tengah bulan Ramadhan.
Personel Siaga: Menyiagakan petugas di titik-titik strategis untuk merespons cepat setiap potensi gangguan alam.
Persiapan Ramadhan: Fokus pada Pangan dan Ibadah
Selain isu bencana alam, Wagub memberikan instruksi khusus kepada para Bupati dan Wali Kota untuk memfokuskan perhatian pada persiapan Ramadhan:
Stabilitas Harga Pokok: Melakukan inspeksi pasar secara rutin guna mencegah spekulasi harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Kelancaran Distribusi: Memastikan rute distribusi bahan pokok dari pelabuhan atau perbatasan tidak terhambat oleh kerusakan infrastruktur atau kendala teknis lainnya.
Kenyamanan Tempat Ibadah: Menjamin ketersediaan listrik dan air bersih di masjid-masjid agar masyarakat dapat menjalankan ibadah tarawih dan iktikaf dengan khusyuk.
Sinergi Pemerintah Provinsi dan Daerah
Wagub menegaskan bahwa kesuksesan penanggulangan bencana dan persiapan Ramadhan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Kita harus bekerja sebagai satu kesatuan. Jangan sampai ada kendala di daerah yang tidak terkomunikasikan ke provinsi. Fokus kita adalah memastikan rakyat Aceh aman dari bencana dan tenang dalam menjalankan ibadah,” tegasnya di depan para peserta Rakor.
Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan menjaga kerukunan selama bulan suci. Rakor ini diharapkan menjadi landasan kuat agar Aceh tetap kondusif, sehingga produktivitas ekonomi dan kekhusyukan ibadah dapat berjalan beriringan.[]









