TEKNOLOGI

Sayonara! Adobe Hentikan Software Animasi 2D Populer Ini

Kabar mengejutkan bagi animator! Adobe resmi menghentikan dukungan software animasi 2D populernya bulan depan. Cek detail dan penggantinya di sini.

BANDA ACEH – Raksasa perangkat lunak kreatif, Adobe, mengejutkan komunitas kreatif dunia dengan pengumuman terbaru mereka. Adobe secara resmi mengonfirmasi akan menghentikan layanan dan dukungan untuk salah satu perangkat lunak animasi 2D populernya, Adobe Character Animator, mulai bulan depan.

Langkah ini menandai akhir dari era alat animasi berbasis performa wajah (performance-based animation) yang selama ini menjadi andalan para kreator konten, YouTuber, hingga studio siaran langsung.

Alasan Penghentian dan Jadwal Penutupan

Keputusan Adobe ini merupakan bagian dari strategi penyelarasan ulang portofolio produk mereka di tengah gempuran teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan teknis dan pembaruan fitur akan berakhir sepenuhnya pada Maret 2026.

Adobe dikabarkan ingin memusatkan sumber dayanya pada pengembangan Adobe Express dan integrasi model AI Firefly ke dalam lini produk utama mereka.

Beberapa fungsi populer dari Character Animator dilaporkan akan dilebur atau dipindahkan ke dalam ekosistem Adobe lain yang lebih luas.

Dampak Bagi Animator dan Kreator Konten

Bagi pengguna setia yang telah mengandalkan rigging karakter otomatis dan pelacakan wajah (face tracking) di aplikasi ini, keputusan ini membawa beberapa dampak signifikan:

Peralihan Alur Kerja: Pengguna harus segera mengekspor proyek mereka atau mencari alternatif perangkat lunak sebelum akses penuh dibatasi.

Kekhawatiran Lisensi: Para profesional yang membayar langganan Creative Cloud mulai mempertanyakan nilai tambah layanan setelah salah satu alat krusial mereka dipangkas.

Pencarian Alternatif: Penutupan ini diprediksi akan meningkatkan popularitas perangkat lunak kompetitor seperti Live2D Cubism atau Toon Boom Harmony.

Apa Langkah Adobe Selanjutnya?

Adobe mengisyaratkan bahwa masa depan animasi 2D akan sangat bergantung pada AI Video dan Motion Graphics yang lebih terotomatisasi. Alih-alih mengelola aplikasi mandiri yang spesifik, Adobe memilih untuk menyederhanakan pengalaman pengguna melalui satu platform terpadu yang lebih multifungsi.

“Industri kreatif sedang bergeser ke arah efisiensi berbasis AI. Adobe tidak ingin terjebak pada format lama dan lebih memilih untuk membangun masa depan animasi yang lebih cepat dan mudah diakses melalui platform web dan cloud,” ungkap seorang analis industri perangkat lunak.{}

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts