TEKNOLOGI

Lawan Phishing! Dashlane Rilis AI Pendeteksi Situs Palsu

Dashlane luncurkan fitur keamanan AI terbaru untuk deteksi situs scam dan phishing secara real-time. Lindungi password dan data Anda sekarang!

BANDA ACEH – Ancaman penipuan digital atau phishing yang semakin canggih kini mendapatkan lawan sepadan. Dashlane, salah satu penyedia layanan pengelola kata sandi (password manager) terkemuka, secara resmi memperkenalkan fitur keamanan berbasis Kecerdasan Buatan (AI) terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi pengguna dari serangan situs web palsu dan scam.

Fitur ini hadir sebagai respons atas meningkatnya teknik phishing yang semakin sulit dibedakan oleh mata telanjang, terutama dengan bantuan teknologi AI yang juga digunakan oleh para pelaku kejahatan siber.

Sistem keamanan baru ini bekerja di latar belakang browser pengguna untuk memantau aktivitas yang mencurigakan secara real-time. Berikut adalah keunggulannya:

  • Analisis Heuristik AI: Berbeda dengan daftar blokir tradisional yang statis, AI Dashlane menganalisis perilaku situs web secara dinamis untuk mendeteksi tanda-tanda penipuan meskipun situs tersebut baru dibuat beberapa menit yang lalu.

  • Peringatan Instan: Jika pengguna tanpa sengaja mengklik tautan berbahaya, Dashlane akan segera memunculkan peringatan mencolok sebelum pengguna memasukkan informasi sensitif seperti username atau password.

  • Proteksi Pengisian Otomatis (Autofill): Sistem secara cerdas akan menonaktifkan fitur pengisian otomatis jika mendeteksi bahwa domain situs tersebut tidak cocok dengan data asli yang tersimpan, mencegah pencurian data secara tidak sengaja.

Para pakar keamanan siber mencatat bahwa serangan phishing modern kini lebih personal dan sangat meyakinkan.

Penipu kini bisa menduplikasi tampilan visual situs bank atau media sosial dengan akurasi 100%.

Banyak situs scam hanya aktif selama beberapa jam untuk menghindari deteksi manual, namun AI dapat mendeteksinya secara instan melalui pola kode situs tersebut.

Dashlane memastikan perlindungan ini sinkron di seluruh perangkat pengguna, mulai dari desktop hingga ponsel pintar.

Dengan peluncuran fitur ini, Dashlane tidak lagi sekadar menjadi “brankas” penyimpanan kata sandi, melainkan bertransformasi menjadi perisai aktif bagi pengguna saat menjelajahi internet.

“Tujuan kami adalah menghentikan serangan sebelum serangan itu dimulai. Dengan AI, kami bisa selangkah lebih maju dari para peretas yang terus berevolusi,” ungkap perwakilan Dashlane dalam rilis teknisnya.

Meskipun fitur ini memberikan perlindungan tingkat tinggi, para ahli tetap mengingatkan pengguna untuk selalu menerapkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) sebagai lapisan pertahanan tambahan.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts